bogorekspres.com, KAB BOGOR– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menetapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat.
Kebijakan ini menjadi sorotan karena dinilai berpotensi menciptakan “long weekend” yang berdekatan dengan hari libur Sabtu dan Minggu.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengakui pihaknya mempertimbangkan dampak tersebut. Ia menegaskan kebijakan WFH pada hari Jumat akan dievaluasi agar tidak disalahgunakan sebagai momentum liburan.
Baca Juga:Bupati Bogor Pastikan WFH ASN Tidak Mengurangi Pelayanan Maksimal untuk Masyarakat Dua Remaja Tenggelam di Curug Parigi, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif
“Tadinya kita melihat dari Badan Kepegawaian Nasional, kita mendengar di BKN WFH dua hari. Tapi kita terlanjur buat kebijakan satu hari,” ujar Rudy, Kamis (2/4).
Meski begitu, Rudy menekankan bahwa WFH bukan berarti meliburkan seluruh ASN. Pemkab memastikan pelayanan publik tetap berjalan dengan skema kerja bergantian di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“WFH bukan berarti meliburkan semua yang bekerja. Tidak dilakukan 100 persen. SKPD pelayanan tetap buka,” tegasnya.
Kebijakan WFH setiap Jumat ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu, ASN didorong untuk mulai beralih ke moda transportasi ramah lingkungan selama hari kerja.
“Kalau pun tidak bersepeda bisa jalan kaki bersama. Kemudian CFD kita optimalkan kembali di Minggu ini,” katanya.
Sejumlah instansi layanan publik tetap beroperasi penuh meski kebijakan WFH diberlakukan.
Baca Juga:Mulai 5 April, CFD Tegar Beriman Tak Sekadar Olahraga, Ini Fasilitas yang DisiapkanBupati Bogor Serahkan Laporan Anggaran 2025 ke BPK Jabar, Tegaskan Komitmen Transparansi
Di antaranya Badan Pendapatan Daerah (Bappenda), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga pemadam kebakaran.
“Petugas BPBD dan Damkar di Kabupaten Bogor tetap standby 24 jam untuk melayani masyarakat,” pungkasnya.
