bogorekspres.com, KAB BOGOR– Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bogor mulai mempersiapkan pembangunan SMA Negeri 11 Kota Bogor di Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal.
Proyek ini ditargetkan mulai dikerjakan pada Juni 2026 dengan anggaran sekitar Rp7 miliar.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, Erwin Aulia Rachman, menyatakan bahwa saat ini proses masih berada pada tahap perencanaan teknis, termasuk penyusunan site plan. Ia memastikan pembangunan akan dimulai sesuai target.
Baca Juga:Mayat Pria Mengambang di Danau Binong Cileungsi Gegerkan WargaBegini Modus Pelaku Gunakan Villa di Tanjungsari untuk Oplos Gas Subsidi
“Anggaran ini termasuk perencanaan dan pengawasan. Saat ini masih dalam proses persiapan perencanaan, menunggu produk perencanaan dan site plan. Insyaallah target pembangunan dimulai pada bulan Juni,” ujar Erwin, Senin (13/4/2026).
Pada tahap awal, pembangunan SMAN 11 Bogor belum dilakukan secara penuh. Pemrov Jabar akan membangun tiga hingga empat ruang kelas terlebih dahulu sebagai langkah awal sebelum pengembangan lanjutan.
Meski pembangunan belum rampung, pemerintah tetap membuka penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027.
Para siswa angkatan pertama akan menjalani kegiatan belajar mengajar sementara di SMA Negeri 2 Bogor.
“Namun kami belum bisa membangun kelas penuh. Insyaallah hanya tiga atau empat kelas sebagai awalan. Siswanya sementara dititipkan di SMA Negeri 2 Bogor, tetapi titik SPMB tetap di sini, sehingga masyarakat di Kayu Manis dapat mendaftar melalui jalur domisili,” jelas Erwin.
Pendaftaran siswa akan tetap dilakukan secara daring. Namun, pemerintah berencana menyiapkan posko layanan di lokasi yang representatif dengan melibatkan pihak kecamatan dan kelurahan setempat.
“Mungkin nanti kami cari tempat yang representatif, bisa bekerja sama dengan Pak Camat atau Pak Lurah Kayu Manis. Tapi bisa juga di SMAN 2, karena kan pendaftaran melalui online,” tambahnya.
Baca Juga:Polsek Tanjungsari Gerebek Tempat Pengoplosan Gas Subidi beredok Villa Kabel listrik Ketarik Beko Picu Kebakaran Pabrik Kasur di Gunung Sindur
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memperkirakan pembangunan sekolah ini akan memakan waktu sekitar 9 hingga 10 bulan.
Ia memastikan penerimaan siswa tetap berjalan tahun ini meskipun proses pembangunan belum selesai.
“Insyaallah tahun ini mulai dibangun dan penerimaan siswa juga dilaksanakan tahun ini. Namun, proses pembangunan memakan waktu kurang lebih 9 sampai 10 bulan. Artinya, siswa yang diterima pada 2026 akan dititipkan sementara di SMA Negeri 2 Bogor,” kata Dedie.
