Menjaga Tradisi Sulam Kasab Aceh di Tengah Modernisasi Bersama Holding Ultra Mikro BRI Group

UMi
Asra (kanan) perajin Kasab Sulam Aceh
0 Komentar

Pembiayaan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi, termasuk membeli bahan dalam jumlah lebih banyak. Dengan ketersediaan modal yang lebih memadai, Asra dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menerima lebih banyak pesanan.

“Alhamdulillah, tambahan modal tersebut membantu saya untuk tetap menjalankan usaha dan memenuhi kebutuhan produksi,” katanya.

Selain pembiayaan, Asra mendapatkan pendampingan berupa pelatihan mengenai benang kasab yang diselenggarakan di Kuala Baru. Pelatihan tersebut menambah pengetahuan dan keterampilannya dalam mengelola usaha kerajinan.

Baca Juga:Menyeberang Laut dari Ambon ke Banda Neira, Kisah Vio Menjangkau Nasabah Ultra Mikro dari Rumah ke RumahDukung Program GENTING BKKBN, BRI Peduli Beralokasi Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Indramayu

Seiring meningkatnya kapasitas produksi, dampak usaha turut dirasakan oleh masyarakat sekitar. Asra dapat membuka kesempatan kerja sehingga warga lain memperoleh tambahan penghasilan dari kegiatan produksi sulam manik-manik kasab.

Usaha yang mulanya dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga kini memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Pada saat yang sama, keberadaan para perajin turut membantu menjaga keterampilan menyulam agar tetap hidup di tengah masyarakat Kuala Baru.

Kisah Asra menggambarkan bagaimana akses pembiayaan yang disertai pemberdayaan dapat memberikan dampak lebih luas bagi pelaku usaha ultra mikro. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan kekuatan BRI sebagai induk holding bersama Pegadaian dan PNM.

Sejak dibentuk pada 2021, Holding UMi dirancang untuk memperluas dan memperdalam akses layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya segmen ultra mikro, melalui ekosistem yang menggabungkan pembiayaan, simpanan, transaksi, hingga pemberdayaan dan pendampingan usaha.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa pemberdayaan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ultra mikro yang berkelanjutan.

“Melalui Holding Ultra Mikro, kami ingin memastikan bahwa akses keuangan menjadi pintu masuk menuju pemberdayaan yang lebih luas. Pelaku usaha seperti Ibu Asra menunjukkan bahwa ketika akses pembiayaan dipadukan dengan pendampingan dan semangat untuk terus berkembang, usaha ultra mikro dapat memberikan manfaat yang jauh melampaui pemilik usahanya sendiri,” ujar Dhanny.

Bagi Asra, dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya mempertahankan sulam kasab selama lebih dari tiga dekade. Di tengah perubahan zaman, setiap karya yang dihasilkan bukan hanya menjadi sumber penghidupan bagi keluarga dan masyarakat sekitar, tetapi juga menjaga keterampilan tradisional Aceh agar tetap hidup dan dapat terus dikenal oleh generasi berikutnya.

0 Komentar