“Memasuki paruh kedua 2026, kita melihat lanskap investasi yang semakin kompleks. Kondisi market yang dinamis membuat kita semakin sadar bahwa pengelolaan aset dan wealth management sangat penting. Bukan hanya memaksimalkan return, tetapi juga mengelola risiko. Paruh pertama 2026 memberikan tekanan yang cukup besar. Namun setelah koreksi yang signifikan, kita mulai melihat munculnya peluang baru dari valuasi yang lebih menarik dan imbal hasil yang lebih kompetitif. Karena itu, bagi kami, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali portofolio secara lebih objektif,” ujar Fajar.
Hingga triwulan II 2026, jumlah investor baru di BRI Wealth Management tumbuh 280,68%, dengan AUM reksa dana meningkat 46,94%. Saat ini, layanan BRI Wealth Management didukung 43 outlet layanan prima dan 152 Priority Lounge yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
