Manajer PLN UP3 Majalaya Widodo mengatakan, setiap lapisan pengamanan dipastikan dalam kondisi siap operasi. Personel juga ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mempercepat respons apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan.
“Kami memastikan seluruh sistem siap, mulai dari jaringan dan gardu yang memasok stadion hingga peralatan pendukung berupa tiga UGB, lima UPS, dan dua genset. Sebanyak 80 personel juga kami siagakan di titik-titik strategis. Selama pertandingan, kondisi kelistrikan akan terus kami pantau agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat,” ujar Widodo.
Persiapan tersebut turut diperkuat melalui koordinasi teknis PLN bersama pengelola stadion dan para pihak terkait. Koordinasi dilakukan untuk menyelaraskan kebutuhan kelistrikan di setiap titik prioritas, pengaturan sumber pasokan dan sistem cadangan, hingga prosedur penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
Baca Juga:BRI Peduli Wujudkan Mimpi Kecil Mahesa, Temani Langkahnya Menuju Cita-Cita dengan Bantuan SepedaDorong Perempuan Tumbuh dan Naik Kelas, BRI Raih Penghargaan di Women on the Move 2026
Dengan 80 personel yang bersiaga serta dukungan tiga UGB, lima UPS, dua genset dan skema Zero Down Time, PLN berkomitmen mengawal pasokan listrik Stadion Si Jalak Harupat sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026 pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Kesiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menghadirkan layanan kelistrikan yang andal sekaligus mendukung kesuksesan Jawa Barat menjadi tuan rumah ajang internasional.
