Program tersebut menghasilkan 5.000 unit Eco Hex Brick yang digunakan untuk membangun 28 menara pemecah ombak dengan panjang susunan mencapai 100 meter. Struktur ini membantu meredam energi gelombang dan mendukung pengendapan sedimen, yang diperlukan sehingga menunjang pemulihan ekosistem mangrove.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan bahwa mangrove membantu meredam energi gelombang laut untuk mengurangi abrasi, sementara produksi Eco Hex Brick turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Ini juga berarti membuka lapangan kerja dan menghadirkan penghasilan untuk masyarakat yang ada di pesisir,” jelasnya.
Baca Juga:Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di MedanSongsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Barokah Matsaeri mengapresiasi dukungan BRI Peduli yang diharapkan dapat membantu melindungi pantai desanya dari abrasi sekaligus membuka peluang kerja bagi warga melalui produksi material pemecah ombak.
“Kami atas nama kelompok mengucapkan terima kasih kepada BRI Peduli yang telah membantu masyarakat di desa kami. Alhamdulillah, dengan adanya upaya perlindungan pantai, kami berharap masyarakat tidak lagi merasa khawatir terhadap ancaman abrasi. Selain itu, warga kami juga mendapatkan pekerjaan melalui keterlibatan dalam produksi Eco Hex Brick, yang merupakan inovasi BRIN bersama BRI dan BakauMU,” ungkapnya.
BRI meyakini bahwa keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, melalui program BRI Peduli, Perseroan terus mendorong berbagai inisiatif yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
“BRI berharap inisiatif ini dapat membantu melindungi kawasan pesisir sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya,” pungkas Dhanny.
Sejak diluncurkan pada 2023, program BRI Menanam – Grow & Green telah menanam lebih dari 155 ribu bibit pohon dengan potensi serapan emisi sebesar 54,77 ton CO₂e. Program ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendukung pemulihan ekosistem dan pelestarian lingkungan di berbagai wilayah Indonesia.
