Pedagang Daging Pasar Cibinong Pilih Tetap Berjualan di Tengah Ajakan Mogok APDI

Pedagang Daging Pasar Cibinong Pilih Tetap Berjualan di Tengah Ajakan Mogok APDI
Badul pedagang daging sapi di Pasar Cibinong saat ditemui, Jumat (23/1/2026). Foto : Regi Pratasyah /bogorekspres.com
0 Komentar

bogorekspres.com,KAB BOGOR– Di tengah ajakan mogok dagang dari Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), pedagang daging di Pasar Cibinong memilih tetap membuka lapak.

Mereka menilai berjualan masih menjadi pilihan terbaik untuk menyambung hidup sekaligus menjaga kepercayaan konsumen.

APDI sebelumnya mengumumkan mogok dagang selama tiga hari, mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga:SMAN 2 Gunung Putri Liburkan KBM Imbas Ruang Kelas Roboh

Aksi ini dipicu oleh tingginya harga sapi timbang hidup dibandingkan feedloter, kenaikan harga karkas dari Rumah Potong Hewan (RPH), serta melemahnya daya beli masyarakat.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah pedagang di Pasar Cibinong. Badul (24), salah satu pedagang daging, mengaku tetap berjualan karena mogok dinilai belum memberi solusi langsung bagi pedagang kecil.

“Kalau bisa membantu meringankan nantinya buat jualan lagi, ya enggak apa-apa sih ikut. Tapi sekarang saya jualan aja,” ujar Badul saat ditemui di Pasar Cibinong, Jumat (23/1).

Menurutnya, tetap berjualan justru memberi ruang bagi pedagang untuk menjelaskan kondisi pasar kepada konsumen, khususnya terkait kenaikan harga daging. Dengan begitu, pelanggan tidak beralih ke pedagang lain.

“Jadi kita bisa ngejelasin ke pembeli juga, biar tahu kalau harga daging sekarang memang sudah naik,” katanya.

Hal senada disampaikan Embing (57). Ia menegaskan, sebagian besar pedagang daging di Pasar Cibinong masih berjualan meski ada seruan mogok dari APDI.

“Pedagang di sini masih dagang. Tergantung barangnya, kalau ada daging ya dagang, kalau enggak ada ya enggak,” ungkap Embing.

Baca Juga:Pohon Pete Cina Tumbang Timpa Truk di BogorHujan Deras Ambrukkan Enam Kelas SMAN 2 Gunungputri 

Ia menambahkan, keputusan berjualan sepenuhnya bergantung pada ketersediaan stok, bukan pada ajakan mogok.

Bagi pedagang pasar, keberlangsungan usaha harian dinilai lebih mendesak dibandingkan aksi kolektif yang belum tentu berdampak langsung.

Ia mengatakan, jika tidak berjualan ia tidak akan mendapatkan uang untuk keberlangsungan hidup dan keluarganya.

Untuk itu ia berharap masalah yang ada di pedagang maupun rumah potong hewan dapat selesai.

“Kami berharap malasah di APDI bisa selesai, sehingga daging sapi dan harganya kembali normal,”ucapnya.

Sementara itu salah satu pembeli, Siti Asiah mengeluhkan kondisi harga daging sapi yang melambung tinggi.

0 Komentar