BOGOR EKSPRES – Kepala Sekolah SMAN 2 Gunung Putri Dede Sahidin menyatakan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diliburkan atas peristiwa robohnya ruang kelas.
Dede menutur, kejadian robohhnya ruang kelas itu sejak pukul 03.50 WIB dari pantauan CCTV. Robohnya ruangan tersebut secara bergantian.
“Subuh 04:30 ada laporan dari penjaga sekolah bahwa gedung ini atapnya ambruk,” tutur Dede saat ditemui di Gunung Putri, pada Jumat (22/1/2026).
Baca Juga:Pohon Pete Cina Tumbang Timpa Truk di BogorHujan Deras Ambrukkan Enam Kelas SMAN 2 GunungputriÂ
Pihak sekolah, lanjut dia, telah melaporkan kronologi kejadian dan berita acara kepada pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah 1 dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Adanya peristiwa itu, pihak sekolah memutuskan untuk meniadakan KBM pada hari ini. Tiadanya KBM itu sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.
Ia menambahkan, Senin mendatang sampai dengan seterusnya KBM diliburkan sampai mendapat izin dari tim teknis untuk melaksanakan KBM kembali.
“Hari senin dan seterusnya kita liburkan dulu sesuai dengan arahan pak camat juga sambil menunggu tim teknis sampai mengijinkan anak-anak belajar lagi. Sampai ada intruksi dari tim teknis bahwa gedung ini aman,” tambahnya.
Adapun, dirinya mengungkapkan, memiliki alternatif KBM menggunakan tiga kelas cadangan, lab komputer, dan perpusatakan.
“Kita gunakan ruangan yang ada. Tapi setelah diizinkan ruangan lain aman,” pungkasnya.
Sebagai informasi, tiga ruang kelas dan dua toilet roboh. BPBD Kabupaten Bogor mengungkapkan, karena hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang.
Kabar terjadinya ambruk enam ruang kelas itu tersebar di media sosial, pada Jumat (23/1) Pagi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani merinci, pada lantai 2 terdapat tiga ruang kelas dan dua toilet yang roboh.
Kemudian, robohnya bangunan pada lantai dua mengakibatkan bangunan di lantai satu juga terdampak dengan rincian tiga ruang kelas dan dua toilet.
“Untuk saat ini bangunan yang ambruk sudah dipasang BPBD Line. Untuk peserta didik sementara diliburkan,” kata Adam Hamdani dalam keterangan tertulisnya, pada Jumat (23/1/2026).
Ia menilai, hujan dan angin kencang menyebabkan bangunan SMAN 2 Gunung Putri itu rubuh dan konstruksi bangunan pada bagian atap yang dinilai kurang.
