Pendapatan Sopir Angkot Bogor Kian Tertekan, Sehari Kadang Hanya Rp10 Ribu

angkot kota bogor
MENUNGGU: Angkot Kota Bogor menunggu penumpang di tengah sepinya penumpang.(Regi/Bogor Ekspres)
0 Komentar

BOGOR EKSPRES – Sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bogor mengaku hanya mampu membawa pulang Rp50 ribu per hari, bahkan tak jarang tanpa penghasilan sama sekali akibat sepinya penumpang.

Salah seorang sopir angkot, Sudarma (61), mengatakan bahwa penghasilan sebagai sopir angkot tidak menentu. Uang Rp50 ribu yang diterimanya merupakan pendapatan bersih setelah dikurangi setoran dan biaya bahan bakar.

Ia mengaku, hingga Sabtu sore (24/1/2026), baru memperoleh Rp50 ribu karena jumlah penumpang yang minim serta kondisi cuaca di Kota Bogor yang tidak mendukung.

Baca Juga:Di Tengah Hujan dan Ojol, Sopir Angkot Bogor Bertahan Hidup dari SetoranTak Boleh Ngetem, Sopir Angkot Bogor Akui Pendapatan Anjlok

“Rp50 ribu. Itu kadang-kadang juga, kadang enggak dapat. Setoran Rp150 ribu,” kata Sudarma saat ditemui.

Meski demikian, Sudarma mengungkapkan bahwa dalam kondisi tertentu dirinya tidak menyetorkan uang kepada pemilik angkot karena benar-benar tidak memperoleh penumpang. Beruntung, pemilik angkot masih memaklumi situasi tersebut.

“Enggak (kena marah), alhamdulillah bos ngerti lah kondisi sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, sopir angkot lainnya, Sutanda (47), mengaku pernah hanya mendapatkan Rp10 ribu dalam sehari saat menarik penumpang di trayek Terminal Bubulak–Sukasari.

“Rp50 ribu buat kita, kadang-kadang enggak dapat sama sekali. Kadang cuma dapat Rp10 ribu,” kata Sutanda.

Ia juga mengaku kerap menombok setoran menggunakan uang pribadinya. Dalam sehari, Sutanda ditargetkan menyetor Rp100 ribu kepada pengusaha angkot.

Apabila target tersebut tidak tercapai, ia mengaku harus siap menerima teguran dari pemilik kendaraan.

Baca Juga:

“Gimana lagi, kalau enggak dapat kita dimarahin sama bos. Lebih banyak nombok daripada yang kita dapet,” pungkasnya.(regi)

0 Komentar