BOGOR EKSPRES – Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 1 Jawa Barat, Cucu Salman, mengungkapkan sejumlah opsi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi siswa SMAN 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pasca robohnya sejumlah ruang kelas.
Menurutnya, terdapat tiga opsi pembelajaran yang disiapkan, yakni pembelajaran daring, kombinasi daring dan luring, serta pembelajaran luring dengan sistem dua shift (pagi dan siang).
“Opsi pembelajaran ini akan disesuaikan dengan situasi sekolah serta kesiapan para guru dalam melaksanakan KBM,” ujar Cucu Salman saat memberikan keterangan di SMAN 2 Gunung Putri, Jumat (22/1/2026).
Baca Juga:Tak Mau Tertinggal, PPP Kabupaten Bogor Mulai Garap Milenial dan Gen ZPedagang Daging Pasar Cibinong Pilih Tetap Berjualan di Tengah Ajakan Mogok APDI
Ia menjelaskan, penerapan beberapa opsi tersebut dilakukan menyusul robohnya tiga ruang kelas dan dua toilet akibat cuaca ekstrem. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (22/1/2026) pagi.
“Kami diarahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk sementara melaksanakan pembelajaran daring,” katanya.
Namun demikian, lanjut Cucu, tidak menutup kemungkinan pembelajaran dilakukan secara daring dan luring secara bergantian, atau bahkan dua shift, bergantung pada kondisi dan kesiapan tenaga pendidik.
“Bisa jadi daring-luring bergantian, atau jika terpaksa kita lakukan dua shift, pagi dan siang,” lanjutnya.
Meski demikian, Cucu mengakui bahwa pembelajaran daring memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal pengawasan proses belajar dan etika peserta didik.
“Kalau daring terus, kami agak kesulitan mengontrol siswa, baik dalam pembelajaran maupun etika,” ungkapnya.
Ia menambahkan, opsi terbesar sementara ini adalah pembelajaran daring, sebelum secara bertahap menerapkan opsi lainnya.
“Mudah-mudahan tujuan pembelajaran tetap bisa tercapai,” pungkasnya.
Baca Juga:SMAN 2 Gunung Putri Liburkan KBM Imbas Ruang Kelas Roboh
Sebelumnya, Kepala Sekolah SMAN 2 Gunung Putri, Dede Sahidin, menyatakan bahwa KBM sempat diliburkan setelah peristiwa robohnya ruang kelas sekolah.
Menurut Dede, kejadian tersebut terpantau melalui CCTV sekitar pukul 03.50 WIB, di mana bangunan roboh secara bertahap.
“Sekitar pukul 04.30 WIB kami mendapat laporan dari penjaga sekolah bahwa atap gedung ambruk,” ujarnya.
Pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada KCD Wilayah 1 dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Atas dasar itu, sekolah memutuskan untuk meniadakan KBM sementara waktu hingga dinyatakan aman oleh tim teknis.
