Tak Mau Tertinggal, PPP Kabupaten Bogor Mulai Garap Milenial dan Gen Z

Tak Mau Tertinggal, PPP Kabupaten Bogor Mulai Garap Milenial dan Gen Z
Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Elly Rachmat Yasin saat memberikan keterangan. Foto: Regi Pratasyah Vasudewa /bogoreskpres.com
0 Komentar

bogorekspres.com, KAB BOGOR– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor mulai menggeser strategi politiknya dengan menyasar generasi muda sebagai kekuatan utama menghadapi Pemilu 2029.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin menjelaskan langkah ini dilakukan melakui program perkrutan kader berusia 17 hingga 25 tahun.

Ia menegaskan bahwa arah kebijakan tersebut merupakan hasil pembacaan peta politik nasional yang menunjukkan dominasi pemilih dari kalangan milenial dan generasi Z pada pemilu mendatang.

Baca Juga:TPT GOM Rancabungur Ambruk, Mahasiswa Kritik Kualitas Proyek Rp18 MiliarPemkab Bogor Undang UAS, Tabligh Akbar Isra Mi’raj Digelar di Masjid Raya Nurul Wathon

“Pemilu ke depan hak pilih lebih banyak dipegang oleh kaum milenial, Gen Z, bahkan Gen Alpha. Itu yang kami baca dari dinamika politik sekarang,” ujarnya, Sabtu (24/1).

Menurut Elly, proses regenerasi ini menjadi bagian penting dari persiapan jangka panjang partai.

Para kader muda yang direkrut tidak hanya diarahkan sebagai simpatisan, tetapi juga akan mendapatkan pelatihan dan pembinaan politik secara berkelanjutan agar mampu melanjutkan estafet kepemimpinan partai.

Perekrutan tersebut difokuskan kepada anak-anak muda yang memiliki ketertarikan pada dunia politik serta menunjukkan minat untuk bergabung dan berkontribusi di PPP.

Untuk memudahkan proses tersebut, PPP Kabupaten Bogor membuka Madrasah Kader Partai yang dapat diakses secara daring.

Elly menegaskan, sistem perekrutan dilakukan secara sukarela tanpa unsur paksaan.

“Kami tidak mendatangi satu per satu. Anak-anak muda mendaftar dengan kesadaran sendiri untuk menjadi kader partai. Ini bagian dari progres kami ke depan,” katanya.

Lebih jauh, Elly mengakui bahwa PPP tidak bisa lagi hanya mengandalkan basis pemilih tradisional.

Baca Juga:Jelang Ramadan, Bupati Bogor Kucurkan Rp100 Juta untuk 40 Masjid Besar Kecamatan Diduga Tak Miliki Izin, Satpol PP Hentikan Pembangunan Villa Dessy di Puncak 

Perubahan demografi pemilih menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus direspons sejak dini.

“Pemilih usia di atas 40 tahun akan terus berkurang. Kalau hanya bertahan di situ, partai akan tertinggal. Karena itu, kami mulai bergerak sekarang,” pungkasnya.

0 Komentar