bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor memicu longsor di Kampung Cipaku Skip, Kecamatan Bogor Selatan.
Tebingan tanah di belakang rumah warga longsor sampai tiga kali sejak Kamis (22/1) hingga Jumat (23/1).
Adik dari pemilik rumah, Tri Yudiono (40) mengatakan, longsor dari tebingan tanah itu terjadi sekitar tiga kali.
Baca Juga:UNIDA Kukuhkan Guru Besar Manajemen Bimbingan Konseling Pertama di Jabar-BantenCFD Diliburkan, Pemkab Bogor Buka Ruang UMKM di Jalan Tegar Beriman Selama Ramadan
Mulanya, pada Kamis (22/1) Sore, hujan deras membuat tanah menjadi labil dan mulai masuk ke dalam rumah milik seorang warga bernama Dwi Hariyanto. Saat kejadian, pemilik rumah sedang bekerja di Karawang.
Yudi sapaan akrabnya, menghubungi pihak terkait untuk melaporkan kejadian tersebut agar mendapatkan pertolongan.
“Sore cuman sebelah sini doang kan, tanah udah masuk di situ tuh ada kulkas rak piring mesin cuci sama alat-alat dapur,” kata Yudi saat ditemui di Cipaku, Kota Bogor, pada Senin (26/1/2026).
“Saya langsung kontak kelurahan segala macem, emang engga lama datang, emang udah berpengalaman langsung disingkirin (barangnya) dari lokasi longsor,” sambung dia.
Ia menambahkan, longsor kedua dengan skala kecil kembali terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, pada Kamis. Kemudian, pada Jumat (23/1) sekitar pukul 05.30 WIB kembali terjadi yang menghancurkan bagian dapur.
“Yang bikin ancur dapur itu jam setengah 6 Pagi, hari Jumat. Barang-barang aman ga ada yang ketimbun, yang pas pertama sambil ngebersihin sambil dipindahin,” ujarnya.
Saat Jumat Pagi, Yudi sedang tidur dan dibangunkan oleh sang istri karena mendengar suara gemuruh dari rumah kakak iparnya.
Baca Juga:Hadiri Isra Mikraj, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Doa Bersama Agar Terhindar BencanaKORMI Kabupaten Bogor Siap Dukung Penuh KolaboRun 2026Â
“Lagi tidur, istri yang tau gemuruh kan, istri aja sampe ga bisa ngomong, ‘itu ayah itu itu’ itu itu aja. Langsung bangun, saya liat astagfirullahaladzim,” katanya.
Sebagai informasi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah Bencana (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko menjelaskan, tanah longsor itu tepat berada di belakang rumah Dwi Hariyanto dan menimpa bagian dapur.
Diperkirakan, tanah longsor itu tinggi sekitar 5 meter dan lebar sekitar 4 meter. Peristiwa itu mengakibatkan dapur pemilik rumah rusak. Pihak BPBD Kota Bogor pun telah melakukan asesmen serta menutup tebingan tanah menggunakan terpal.
