bogorekspres.com, KAB BOGOR– Ribuan ikan mendadak mati dan mengapung di Situ Citongtut, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Peristiwa yang viral di media sosial ini memicu dugaan kuat pencemaran limbah dari industri sekitar situ.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengaku kerepotan menginvestigasi penyebabnya karena kawasan situ dikelilingi puluhan perusahaan.
Baca Juga:Ribuan Ikan Mati Mendadak di Situ Citongtut, Warga Duga Limbah dari PerusahaanUNIDA Kukuhkan Guru Besar Manajemen Bimbingan Konseling Pertama di Jabar-Banten
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan pihaknya telah turun langsung ke lokasi pada Senin (26/1/2026) untuk menelusuri penyebab kematian massal ikan, khususnya jenis sapu-sapu yang mengambang di permukaan air.
“Hari ini DLH melakukan investigasi langsung ke lapangan. Kami ingin memastikan apakah ini akibat pencemaran limbah perusahaan atau ada fenomena lain yang belum diketahui,” ujar Teuku di Cibinong.
Teuku mengungkapkan, proses investigasi tidak mudah lantaran terdapat sedikitnya 21 perusahaan di sekitar Situ Citongtut.
Kondisi tersebut membuat penelusuran sumber pencemaran menjadi lebih kompleks.
“Dengan banyaknya perusahaan di situ, memang repot untuk menginvestigasi satu per satu,” katanya.
DLH Kabupaten Bogor saat ini masih mengumpulkan data dan menggali informasi lanjutan terkait perubahan warna air yang menghitam pekat serta bau menyengat yang muncul bersamaan dengan kematian ikan.
Menurut Teuku, kewenangan DLH saat ini sebatas memberikan rekomendasi perbaikan pengelolaan limbah.
“Soal sanksi, itu sudah diatur Kementerian Lingkungan Hidup. Kalau nanti terbukti sangat merugikan dan mengarah ke pelanggaran berat, bisa saja masuk ke ranah hukum,” ujarnya.
Baca Juga:CFD Diliburkan, Pemkab Bogor Buka Ruang UMKM di Jalan Tegar Beriman Selama RamadanHadiri Isra Mikraj, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Doa Bersama Agar Terhindar Bencana
Sebelumnya, kondisi Situ Citongtut mendadak menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan air situ berwarna hitam pekat dan dipenuhi bangkai ikan beredar luas di media sosial.
Sejumlah relawan lingkungan bahkan turun tangan membersihkan ikan mati untuk mengurangi dampak bagi warga sekitar.
Dalam salah satu unggahan Instagram, perekam video menyebut puluhan perusahaan diduga membuang limbah sembarangan ke situ.
Bahkan disebutkan ada perusahaan yang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Lapor kang Dedi, di Situ Citongtut banyak yang buang limbah sembarangan. Ada 27 perusahaan yang tidak punya IPAL,” ujar suara dalam video tersebut.
