CFD Tegar Beriman Diliburkan Selama Ramadan, Ini Pengganti Lokasi Jajan UMKM

CFD Tegar Beriman Diliburkan Selama Ramadan, Ini Pengganti Lokasi Jajan UMKM
Foto udara Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor. Foto :( Sandika / bogorekspres.com)
0 Komentar

bogorekspres.com, KAB BOGOR– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi meliburkan kegiatan Car Free Day (CFD) setiap Minggu selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Sebagai gantinya, Pemkab Bogor menyiapkan dua titik sentra kuliner untuk menampung aktivitas para pelaku UMKM agar roda ekonomi tetap bergerak selama Ramadan.

Dua lokasi yang disiapkan yakni kawasan Tegar Beriman dan jalur lingkar Stadion Pakansari, Cibinong.

Baca Juga:Ribuan Ikan Mati Mendadak di Situ Citongtut, Warga Duga Limbah dari PerusahaanUNIDA Kukuhkan Guru Besar Manajemen Bimbingan Konseling Pertama di Jabar-Banten

Di dua titik ini pedagang takjil hingga kuliner malam akan difasilitasi berjualan dengan pengaturan khusus dari pemerintah daerah.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan penghentian sementara CFD dilakukan selama 30 hari penuh selama Ramadan.

Kata Rudy, kebijakan ini diiringi dengan penyediaan ruang berdagang yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.

“Jadi CFD di hari Minggu kita hentikan sementara selama 30 hari. Sebagai gantinya, para pelaku UMKM kita siapkan dua lokasi,” ujar Rudy, Selasa (27/1).

Untuk kawasan Tegar Beriman, Pemkab Bogor akan memasang tenda permanen selama satu bulan di sekitar Masjid Baitul Faidzin.

Area tersebut akan difungsikan sebagai pusat penjualan takjil hingga kuliner Ramadan.

“Yang di Masjid Baitul Faidzin kita pasang tenda permanen selama satu bulan. Dagang takjil bisa di situ,”katanya.

Baca Juga:CFD Diliburkan, Pemkab Bogor Buka Ruang UMKM di Jalan Tegar Beriman Selama RamadanHadiri Isra Mikraj, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Doa Bersama Agar Terhindar Bencana

Sementara itu, di kawasan Stadion Pakansari, Pemkab Bogor masih mengkaji penutupan satu jalur lingkar stadion untuk dimanfaatkan sebagai area pedagang kaki lima. Nantinya, pedagang dapat berjualan sejak sore hingga malam hari.

“Kedua, jalur lingkar Pakansari sedang kita kaji untuk menutup satu jalur khusus pedagang. Jadi sore bisa dagang takjil, malamnya masyarakat selesai tarawih bisa menikmati kuliner UMKM sambil berjalan,” kata Rudy.

Rudy menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk dukungan Pemkab Bogor terhadap pelaku usaha kecil selama Ramadan.

Pemerintah ingin memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk berdagang di beberapa titik yang telah ditentukan.

“Pada prinsipnya, saat bulan suci Ramadan kami ingin memberikan keleluasaan kepada masyarakat yang akan berdagang di beberapa ruas,” ungkapnya.

Meski demikian, Rudy mengingatkan para pedagang agar tetap menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.

0 Komentar