bogorekspres.com, KAB BOGOR– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan pengadaan lahan untuk rencana pembangunan SMP Negeri 5 Cibinong akan terealisasi tahun ini.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen pembangunan SMPN 5 Cibinong dalam Musrenbang Kecamatan Cibinong, Senin (26/1/2026).
“Kami menargetkan pembebasan lahan tuntas tahun ini tanpa kendala berarti. Pembangunan fisik gedung SMPN 5 Cibinong rencananya direalisasikan pada 2027, berlokasi di Kelurahan Pabuaran atau Pabuaran Mekar,” jelasnya, Rabu (28/1).
Baca Juga:3.600 Guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Bogor belum Nerima Gaji Jelang Akhir Bulan JanuariNyaris 100 Persen Warganya Terlindungi JKN, Pemkab Bogor Raih UHC Award 2026
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menambahkan, saat ini pemerintah daerah belum memiliki aset lahan di dua kelurahan tersebut, sehingga pengadaan lahan menjadi prioritas utama.
“Kami telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pembebasan lahan. Fokus kami hingga 2027 adalah memastikan lokasi tersedia dan pembangunan gedung sekolah selesai tepat waktu,” terangnya.
Terkait tenaga pengajar, Rusliandy memastikan guru dari SMP negeri sekitar Cibinong akan dipindahkan ke sekolah baru.
“Penugasan guru merupakan kewenangan Dinas Pendidikan, sedangkan aspek kepegawaian akan dikoordinasikan dengan BKPSDM,”katanya.
Langkah strategis ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat di sejumlah kelurahan yang selama ini terkendala jalur zonasi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas di Kecamatan Cibinong.
Kabid Sarana dan Prasarana Pendidikan Dinas Pendidikan menuturkan, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 17 miliar untuk pembebasan lahan seluas 7.000 meter persegi.
“Kami pastikan pengadaan lahan SMPN 5 Cibinong akan kita siapkan di parsial 2 tahun ini. Target ini sesuai arahan Pak Bupati di Musrenbang,” ucapnya.
Baca Juga:Pedagang ES Kue Mengaku Dipukuli Oknum Polisi–TNI Usai Dituduh Jualan Palsu14 Kepala Desa di Kabupaten Bogor Bermasalah, Satu Kasus Berujung PidanaÂ
Rencana pembangunan sekolah ini telah menjadi pembahasan rutin setiap tahun, namun selalu tertunda bukan karena keterbatasan anggaran, melainkan kendala teknis, terutama ketersediaan lahan.
Yanto menjelaskan, beberapa kelurahan di jalur zonasi, seperti Pabuaran, Pabuaran Mekar, Harapan Jaya, dan Pondok Rajeg, belum terakomodir.
“Kemungkinan besar, kami akan prioritaskan wilayah-wilayah itu,”pungkasnya.
