bogorekspres.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan, harus jadi pemimpin yang tidak lugu dan harus waspada.
Mulanya, Prabowo menjelaskan, Indonesia yang dianggap negara yang tidak mungkin oleh negara luar karena dapat menyatukan banyaknya ras, etnis, dan agama dalam satu kesatuan yang utuh.
“Saudara-saudara saya katakan tadi kita dianggap negara yang tidak mungkin, the impossible country, the impossible nation,” jelas Prabowo di SICC, Kabupaten Bogor, pada Senin (2/2/2026).
Baca Juga:NasDem Kabupaten Bogor Resmikan Gedung DPD, Kang Aw : Simbol Komitmen dan Semangat Restoratif PartaiBupati Rudy Susmanto Perluas Car Free Day ke Seluruh Kecamatan, Cileungsi Jadi Awal
Ia melanjutkan, pemimpin harus waspada dan mengerti situasi yang sedang dialami oleh masyarakat Indonesia saat ini.
“Tapi kita juga harus jadi pemimpin yang tidak lugu, kita harus jadi pemimpin yang waspada, kita harus jadi pemimpin yang mengerti yang tau situasi,” sambungnya.
Prabowo melanjutkan, pemimpin perlu mengerti sejarah bangsa Indonesia mulai dari daerah-daerah hingga secara keseluruhan.
“Kita harus jadi pemimpin yang mengerti sejarah kita, yang mengerti latar belakang bangsa kita, yang mengerti sejarah nusantara, yang mengerti sejarah daerah-daerah, yang mengerti sejarah nusantara dari sabang sampai merauke,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, pentingnya pembelajaran sejarah bagi para pemimpin saat ini agar tidak mengulang kesalahan pada masa lalu.
Diketahui, Prabowo menyampaikan hal tersebut saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, pada Senin (2/2/2026).
