Namun selain cuaca, ada juga faktor genetik dan kondisi internal dari masing-masing individu bunga.
“Berdasarkan indikator yang terlihat saat ini, bunga bangkai tersebut diperkirakan akan segera mekar, jika tidak terjadi pada malam ini, kemungkinan besar akan berlangsung besok, Kamis, 5 Januari 2026,” katanya.
Sementara itu, General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengatakan, pengelola Kebun Raya Bogor terus melakukan pemantauan rutin sejak awal hingga saat ini sudah memasuki fase akhir menjelang mekarnya bunga bangkai.
Baca Juga:Bupati Rudy Susmanto Andalkan Gotong Royong Wujudkan Hutan Kota di Setiap Kecamatan Iming-Iming Mahar Rp70 Juta, Perempuan Bogor Jadi Korban TPPO Modus Nikah Siri dengan Pria Cina
Ia menyebut, antusiasme masyarakat untuk melihat langsung proses bunga bangkai menjelang pemekaran mulai meningkat sejak munculnya sejumlah tanda awal.
Meski demikian, Zaenal menegaskan bahwa pengelola tetap mengutamakan aspek konservasi selama proses pemekaran bunga bangkai tersebut berlangsung.
“Kami mengimbau pengunjung untuk tetap menjaga ekosistem di sekitar lokasi bunga bangkai. Pengunjung boleh melihat proses menjelang pemekara tapi diharapkan tidak menyentuh, mendorong, atau melempar benda apa pun ke arah bunga bangkai, terutama di area sekitar spadix,” kata Zaenal.
Adapun pengelola Kebun Raya Bogor bersama BRIN memastikan pemantauan dilakukan secara ketat dan rutin selama proses menjelang hingga mekarnya bunga bangkai.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi bunga serta memastikan proses pemekaran berlangsung secara alami tanpa gangguan.
