Janji Hidup Mewah di Cina, Perempuan Bogor Terperangkap TPPO hingga Disiksa Suami 

Janji Hidup Mewah di Cina, Perempuan Bogor Terperangkap TPPO hingga Disiksa Suami
Meri Aldawiyah (22) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Foto : Sandika /bogorekspres.com
0 Komentar

bogorekspres.com, KAB BOGOR– Kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kembali mengejutkan publik.

Kali ini, korban adalah Meri Aldawiyah (22), perempuan asal Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, yang dijanjikan hidup mewah dan uang Rp70 juta, namun berakhir dalam penipuan dan kekerasan di Negeri Tirai Bambu.

Kisah Meri bermula dari tawaran manis yang muncul di media sosia. Meri saat itu bekerja di salah satu restoran.

Baca Juga:Iming-Iming Mahar Rp70 Juta, Perempuan Bogor Jadi Korban TPPO Modus Nikah Siri dengan Pria Cina Dirayu Hidup Mewah, Perempuan Bogor Jadi Korban TPPO di Cina Selama Setahun 

Ia melihat status kerabatnya berinisial R di platform media sosial, yang menawarkan fasilitas menikah dengan orang Cina. R sendiri merupakan kerabat dari mantan suami Meri.

“Yang memfasilitasi nikah dengan orang Cina, berawalnya itu sebetulnya. Akhirnya, chat-chatan lah antara si R dengan si Meri ini,” ujar Kuasa Hukum Meri, Dian Akhyar saat ditemui, Selasa (3/2) malam.

Perempuan muda itu tergiur dengan janji uang Rp70 juta.

“Serius mau nikah sama orang Cina. Uangnya sekitaran 70 juta. 20 jutanya buat anggaplah agen-agen mandiri. Yang 50 jutanya ke Meri,” lanjutnya.

Setelah percakapan tersebut, Meri melakukan perjalanan ke Cinere, Jakarta, untuk bertemu agen lainnya.

Di sana, ia bertemu tiga orang, yaitu Ko Apuk, Liu, dan Cici Lili, yang kemudian mengatur pertemuan via video call dengan calon suaminya di Cina.

“Dengan agen yang ada di Jakarta, namanya Ko Apuk, ada Liu. Sama penterjemah bahasa Cina ke Indonesia, namanya Cici Lili. Setelah itu pertemuan itu berlanjut ke video call antara laki-laki yang di Cina dengan Meri. Pada sekitar November 2024, dia oke,” terangnya.

Meri yang saat itu ngekos di Cisarua, Bogor, akhirnya menikah dengan laki-laki asal Cina secara siri, tanpa sepengetahuan orang tua. Pasalnya, Meri hidup tanpa kontrol orang tua sejak kecil, karena orang tuanya telah bercerai.

Baca Juga:Ketua DPRD Dampingi Bupati Bogor Sidak Perizinan Perumahan di SukamakmurSoroti Kapling Liar, Bupati Bogor Tegaskan Tata Ruang Demi Keselamatan Lingkungan

“Si IS yang mengatur. Dibuat figur. Buat figurnya itu orang tua. Ibunya bukan ibunya Meri yang asli. Bapaknya juga bukan bapaknya Meri yang asli. Sampai terjadilah akhirnya pernikahan siri,” jelasnya.

Setelah pernikahan, Meri dan suaminya sempat menetap di Jakarta selama 14 hari untuk mengurus dokumen seperti paspor dan visa. Proses ini dibantu oleh Cici Lili.

0 Komentar