bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Seorang anak bernama Muhammad Dirga yang hanyut di Sungai Cisadane, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Selasa (3/2/2026) sore pukul 16.30 WIB dikenal sebagai pribadi ceria dan baik.
Keluarga dari Dirga yakni Marini, selaku Tante korban menuturkan, korban akan berulang tahun yang ke-9 pada 16 Februari mendatang.
Kata Marini, Dirga sempat meminta uang sebesar Rp 150 Ribu kepada sang ayah untuk traktir ibu, kakak, dan sang adik membeli makanan.
Baca Juga:Iming-Iming Mahar Rp70 Juta, Perempuan Bogor Jadi Korban TPPO Modus Nikah Siri dengan Pria Cina Dirayu Hidup Mewah, Perempuan Bogor Jadi Korban TPPO di Cina Selama SetahunÂ
“Papanya sempat bilang beli sepatu aja biar bisa ke pake lama, tapi kata almarhum gamau, masih bagus soalnya jadi maunya neraktir aja,” kata Marini saat ditemui di kediaman korban di di Gang Kosasih Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Rabu (4/2).
“Alhadulillah permintaan terakhirnya udah terlaksana, hari Senin (2/2/2026), 1 hari sebelum kejadian sempat ke gacoan sama mama, kakak, adiknya,” sambung dia.
Marini mendapat informasi dari guru korban, dua hari sebelum kejadian Dirga lebih ceria dari biasanya saat berada di sekolah.
Ia menambahkan, korban sempat meminta tambahan porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dan itu baru pertama kalinya dilakukan.
“Bahkan MBG aja sampe nambah pdhl mah sebelumnyaga pernah gitu. lebih ceria dan aktif main sama temen-temennya bahkan sampe main bola pake apel,” tambah dia.
Lebih lanjut, Marini mengungkapkan, Dirga sedang bermain handphone dan diajak untuk berenang bersama teman-temannya. Korban pun mengiyakan ajakan tersebut.
“Padahal sebelumnya ga pernah dia tuh main di kali. izin ke mamanya juga cuma mau main. kata mamanya jangan jauh-jauh jangan ke kali soalnya arusnya lagi deres jadi mamanya tuh gatau dia ke kali,” lanjut dia.
Baca Juga:Ketua DPRD Dampingi Bupati Bogor Sidak Perizinan Perumahan di SukamakmurSoroti Kapling Liar, Bupati Bogor Tegaskan Tata Ruang Demi Keselamatan Lingkungan
Marini menjelaskan, korban tidak dapat berenang. Saat itu, teman-temannya berada di tepi Sungai Cisadane, posisi Dirga saat itu dekat dengan tengah aliran sungai.
“Sampai akhirnya kebawa arus. kakanya sempet nolong pake kayu tapi ga bisa. kakanya langsung lapor ke orang rumah, om nya yang ada di situ langsung ke lokasi tapi almarhum udah ga keliatan,” jelasnya.
