Lebih lanjut, Fadli menyebut pameran Riksa Wisesa masih merupakan tahap awal dari pengembangan museum secara berkelanjutan.
Ke depan, Museum Pajajaran akan terus dikembangkan dengan menghadirkan berbagai ekspresi budaya Sunda lainnya, seperti wayang golek, gong, gamelan Sunda, hingga angklung, yang sebagian telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda, termasuk yang diakui UNESCO.
“Pameran ini baru dihadirkan dua ruangan. Nanti bisa kami tambah ruangan lain untuk wayang, gamelan, dan kesenian Sunda lainnya. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi satu koleksi permanen setelah melalui proses kurasi lebih lanjut, termasuk rencana menghadirkan balai pusaka dan bagian-bagian lainnya,” tuturnya.
