Bayi 8 Bulan Asal Cigombong Alami Penyakit Langka, Orang Tua Butuh Biaya

Bayi 8 Bulan Asal Cigombong Alami Penyakit Langka, Orang Tua Butuh Biaya
Bayi 8 Bulan Asal Cigombong Alami Penyakit Langka, Orang Tua Butuh Biaya. Foto : bogorplus.id
0 Komentar

Perjuangan orang tua Hana tidak hanya menyita tenaga dan waktu. Semua tabungan bahkan motor milik Hermawan dijual untuk membiayai pengobatan putrinya.

Hermawan yang sebelumnya bekerja, kini menjual permen demi kebutuhan keluarga. Ia menyewa motor agar tetap bisa berjualan.

“Kalau biaya ya Bapak pulang, saya di rumah sakit sendiri. Dia cari sewa motor supaya bisa jualan. Kalau nggak gitu, nggak bisa,” tuturnya.

Baca Juga:Kolaborasi PMC dan Pemerintah Kecamatan Bojonggede Hijaukan Jalur BomangRawat Hulu Ciliwung, Pemkab Bogor Bentuk Tim Khusus Pantau Pohon Selama Setahun

Untuk memperpendek jarak perjalanan dan memudahkan pengobatan Hana, keluarga ini sempat mengontrak rumah dekat RSCM dengan biaya Rp 1,7 juta per bulan.

Namun, setelah keluar dari kontrakan, mereka tinggal di rumah singgah. Meski begitu, H sempat drop dan harus dirawat lagi di IGD selama 20 hari.

Siti menjelaskan bahwa pengobatan Hana Hanifah tergantung jadwal poli di rumah sakit.

“Dalam seminggu kadang tiga kali, kadang dua kali, kadang empat kali. Kalau RSCM itu nggak bisa sehari beberapa poli. Berangkat subuh, pulang malam. Kadang Senin-Kamis, pulang pagi, berangkat lagi subuh. Kasian juga anaknya,” katanya.

Selain pengobatan rutin, Hana memerlukan transplantasi hati untuk kesembuhan total. Biaya transplantasi ini tidak ditanggung BPJS. Siti menyebut biaya minimal sekitar Rp 250 juta. Sementara itu, obat dan vitamin yang dibutuhkan Hana tidak semuanya tercover.

“BPJS cuma menanggung pemasangan Orso dan Spironolactone. Vitamin D, E, K dan obat lain kami harus beli sendiri. Obat satu pil sekitar Rp 191 ribu, diminum rutin enam minggu. Totalnya bisa sampai Rp 8 juta. Cek lab pertama Rp 1,9 juta juga nggak tercover,” jelasnya.

Siti Hanifah berharap pemerintah bisa membantu menanggung biaya donor hati bagi orang tua, agar anak-anak dengan penyakit langka dapat memperoleh kesempatan hidup lebih baik.

Baca Juga:Bupati Bogor Ingatkan Partai Politik: Pasang Atribut Boleh, Asal Tak Rusak EstetikaBupati Rudy Susmanto Andalkan Gotong Royong Wujudkan Hutan Kota di Setiap Kecamatan 

“Kami minta bantuan ke pemerintah. BPJS memang bisa menanggung anaknya, tapi untuk calon pendonor nggak bisa,”pungkasnya (Reg/SFR)

0 Komentar