Setelah 12 Tahun Menunggu, Bunga Bangkai Raksasa Kembali Mekar di Kebun Raya Bogor

Setelah 12 Tahun Menunggu, Bunga Bangkai Raksasa Kembali Mekar di Kebun Raya Bogor
Bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) kembali mekar sempurna di Kebun Raya Bogor (KRB). Bunga tersebut mekar pada Jumat (6/2/2026) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB, dengan tinggi mencapai 1,40 meter dan diameter spadix sekitar 56 sentimeter. Foto: (Sekar Andini/bogorekspres.com)
0 Komentar

bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Penantian panjang akhirnya terbayar. Bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum kembali mekar sempurna di Kebun Raya Bogor (KRB) pada Jumat (6/2/2026) dini hari, sekitar pukul 02.15 WIB.

Umbi yang sama terakhir kali mekar pada 2014 silam, menjadikan peristiwa ini sebagai momen langka yang dinantikan para peneliti dan pecinta flora.

Bunga bangkai tersebut tumbuh setinggi 1,40 meter dengan diameter spadix mencapai sekitar 56 sentimeter.

Baca Juga:Kolaborasi PMC dan Pemerintah Kecamatan Bojonggede Hijaukan Jalur BomangRawat Hulu Ciliwung, Pemkab Bogor Bentuk Tim Khusus Pantau Pohon Selama Setahun

Meski lebih rendah dibandingkan mekarnya pada 2014 yang mencapai 1,80 meter, kemunculan kali ini tetap menjadi sorotan karena menandai mekarnya yang ke-6 dari umbi yang sama.

General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya selaku mitra pengelola KRB, Zaenal Arifin, mengatakan mekarnya bunga bangkai ini menjadi bukti keberhasilan konservasi jangka panjang.

“Alhamdulillah, bunga bangkai telah mekar dengan sempurna pada pukul 02.15 dini hari. Tingginya sekitar 1 meter 40 sentimeter dengan diameter spadixnya kurang lebih 56 sentimeter,” ujarnya.

Zaenal menjelaskan, tanda-tanda awal bunga bangkai menuju fase mekar sudah terpantau sejak 25 Januari 2026.

Sejak itu, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama pengelola Kebun Raya Bogor melakukan pemantauan dan perawatan intensif.

Ia pun mengapresiasi konsistensi para peneliti BRIN dalam menjaga dan mengonservasi Amorphophallus titanum sejak pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor pada 1992.

“Kurang lebih selama 35 tahun, umbi Amorphophallus titanum di Kebun Raya Bogor tetap berhasil tumbuh dan terkonservasi dengan baik,” katanya.

Baca Juga:Bupati Bogor Ingatkan Partai Politik: Pasang Atribut Boleh, Asal Tak Rusak EstetikaBupati Rudy Susmanto Andalkan Gotong Royong Wujudkan Hutan Kota di Setiap Kecamatan 

Lebih lanjut, Zaenal menuturkan bahwa mekarnya bunga bangkai kali ini merupakan yang ke-6 dari umbi yang sama. Ia juga menegaskan bahwa bunga bangkai yang mekar pada 2020 berasal dari umbi yang berbeda.

“Ini umbi terakhir mekar pada tahun 2014, jadi sekitar 12 tahun lalu. Tahun 2020 memang sempat ada bunga bangkai mekar, tapi dari umbi yang berbeda,” ujarnya.

Sementara itu, peneliti BRIN telah melakukan penyerbukan buatan pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB, tidak lama setelah bunga mekar sempurna.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses reproduksi tanaman langka ini.

“Biasanya setelah penyerbukan, bunga bangkai diperkirakan bertahan sekitar dua hari sebelum akhirnya layu kembali,” katanya.

0 Komentar