bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Area bekas pohon karet kebo di depan Gedung Balai Kota Bogor kini resmi berubah menjadi taman kota.
Penataan kawasan tersebut telah rampung dan mulai difungsikan sebagai ruang terbuka hijau sekaligus ruang aktivitas publik yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Devi Librianti mengatakan taman tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh warga.
Baca Juga:6 Tahun Bangunan Kelas SDN 02 Sasanawiyata Rusak, Ketua Komisi II Desak Pemkab Bogor Segera PerbaikiBupati Bogor: Pers Harus Jadi Pilar Kebenaran di Era Digital
Kehadirannya diharapkan mampu menggantikan fungsi ekologis pohon karet kebo yang sebelumnya ditebang, sekaligus memperbaiki kualitas ruang publik di pusat kota.
“Penebangan pohon karet kebo hingga ke akar sudah selesai, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan taman yang pengerjaannya resmi rampung sejak Kamis kemarin, 5 Februari 2026,” ujar Devi saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).
Menurut Devi, penataan taman ini tidak hanya berfokus pada aspek estetika, tetapi juga pada keamanan dan kenyamanan pejalan kaki.
Sejumlah area memang tidak ditanami vegetasi, namun difungsikan sebagai jalur penyeberangan, bukan trotoar.
“Bagian yang tidak ditanami itu difungsikan sebagai jalur penyeberangan. Sementara trotoar sudah tersedia di bagian belakang,” jelasnya.
Sebelumnya, pohon karet kebo yang memiliki diameter sekitar 2,5 hingga 3 meter dengan tinggi mencapai 35 meter tersebut ditebang secara bertahap sejak September 2025 hingga Januari 2026. Penebangan dilakukan setelah kondisi pohon dinilai membahayakan.
Meski tergolong pohon tua dengan nilai historis, posisi pohon yang berada di tepi jalan dengan tingkat kemiringan lebih dari 60 derajat, serta kondisi akar dan batang yang mengalami kerusakan parah, membuat penebangan tak terhindarkan.
Baca Juga:Belasan Pengcab Perbasi Jabar Protes Aturan Calon Ketua UmumDanrem 061/Suryakencana Tanam 1.500 Pohon di Halaman Rumah PresidenÂ
“Akar dan batangnya itu sudah rusak cukup parah. Demi keamanan bersama, pohon tersebut terpaksa ditebang dan saat ini kami jadikan taman atau ruang terbuka hijau,” katanya.
