bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Kondisi Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, menuai keluhan warga.
Permukaan jalan yang rusak, bergelombang, dan dipenuhi batu kerikil dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Kekhawatiran warga semakin meningkat setelah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pengendara terjadi di ruas jalan tersebut.
Baca Juga:Danrem 061/Suryakencana Tanam 1.500 Pohon di Halaman Rumah Presiden Kolaborasi PMC dan Pemerintah Kecamatan Bojonggede Hijaukan Jalur Bomang
Pantauan bogorekspres.com di lapangan menunjukkan, di sejumlah titik permukaan aspal tampak tidak rata dengan sisa kerikil yang berserakan.
Kondisi ini kerap memicu kendaraan tergelincir, terlebih saat arus lalu lintas padat atau ketika hujan turun.
Syaban (29), warga sekitar, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan menyeluruh.
Ia menyebut permukaan aspal yang licin dan bergelombang sering membuat pengendara kehilangan keseimbangan.
“Di sini jalannya bisa dibilang sudah cukup lama rusak. Aspalnya licin dan bergelombang, bahkan ada kerikil-kerikilnya. Kalau kondisi ramai, motor gampang selip. Kemarin juga ada kejadian motor selip sampai jatuh,” ujar Syaban, Senin (9/2).
Keluhan serupa disampaikan Hasanah (49), pengguna jalan yang hampir setiap hari melintas di Jalan KH Abdullah bin Nuh.
Menurutnya, risiko kecelakaan meningkat signifikan pada jam-jam sibuk dan saat hujan.
Baca Juga:Rawat Hulu Ciliwung, Pemkab Bogor Bentuk Tim Khusus Pantau Pohon Selama SetahunBupati Bogor Ingatkan Partai Politik: Pasang Atribut Boleh, Asal Tak Rusak Estetika
“Kalau hujan jalannya makin bahaya, apalagi kalau lagi padat. Saya sudah sering lihat pengendara hampir jatuh, bahkan ada yang jatuh juga karena aspalnya licin, banyak kerikil, dan ada lubang,” katanya.
Kondisi jalan tersebut menjadi sorotan setelah kecelakaan lalu lintas terjadi pada Sabtu pagi (7/2/2026) di depan RS Hermina Bogor.
Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di lokasi tersebut.
Kasubnit Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Eko Susilo, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kecelakaan diduga terjadi akibat sepeda motor korban mengalami slip.
“Saat hendak mendahului dan masuk di antara kendaraan sejenis truk engkel dan minibus, sepeda motor korban mengalami slip. Diduga korban kurang berhati-hati sehingga kendaraan terjatuh ke kiri, sementara korban terjatuh ke kanan dan kaki korban masuk ke kolong bumper depan sebelah kiri truk engkel,” jelasnya.
