bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Pemerintah Kota Bogor melakukan rotasi besar-besaran dengan merombak 245 pejabat, mulai dari pejabat tinggi pratama hingga kepala puskesmas, Rabu (11/2/2026) di Plaza Balai Kota Bogor.
Pelantikan ini sekaligus menandai penyegaran birokrasi untuk meningkatkan kinerja dan responsivitas pemerintah daerah.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan ini merupakan bagian dari tour of duty, mengingat banyak pejabat telah menempati posisi yang sama selama tiga hingga lebih dari lima tahun.
Baca Juga:575 Lulusan Unpak Diingatkan Siap Hadapi Disrupsi AI dan Tantangan GlobalKecamatan Megamendung Rubah Simpang Pasar Sukamanah Jadi Kawasan Terpadu Modern
“Rotasi ini menjadi bagian kita untuk menyehatkan organisasi, sekaligus menguatkan komitmen dalam memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat Kota Bogor,” ujarnya.
Dedie menekankan pentingnya birokrasi yang lincah dan adaptif. Ia juga menegaskan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab.
“Jabatan adalah amanah, jadi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kita ingin birokrasi ini punya semangat baru dalam melayani,” tambahnya.
Selain itu, Wali Kota memberi pesan khusus kepada para lurah agar lebih mengenal warganya secara mendalam, termasuk mereka yang membutuhkan perhatian khusus. Dedie meminta pemerintah hadir sebelum persoalan menjadi viral.
“Lurah harus tahu siapa yang harus dibantu, siapa warga yang sakit, dan tidak bisa kita bawa ke rumah sakit. Koordinasikan dengan puskesmas dan lihat langsung warga yang membutuhkan pertolongan,” katanya.
Ia mencontohkan, anak-anak difabel, autis, tunanetra, dan tunarungu harus benar-benar dipahami oleh pemerintah.
Selain pelayanan warga, Dedie juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menata ulang beberapa sektor publik, termasuk Pedagang Kaki Lima (PKL) serta sistem transportasi di Kota Bogor.
Baca Juga:Pimpin Rapat RKPD 2027, Bupati Bogor Minta Pembangunan Lebih Terarah dan TerukurGunung Putri Diproyeksikan Jadi Desa Percontohan Kabupaten Bogor
“Lakukan evaluasi, perbaiki sistem yang kurang efektif, dan pastikan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujarnya.
Dedie berharap pejabat baru segera beradaptasi, mendorong peningkatan pendapatan daerah, dan mendukung pembangunan Kota Bogor.
