bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Ruas Jalan Soleh Iskandar, tepatnya di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, amblas hingga kedalaman sekitar tiga meter dan menganga memanjang di salah satu badan jalan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran pengguna jalan karena berada di jalur nasional yang padat kendaraan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (14/2/2026) sore, lubang besar tersebut telah ditutup terpal biru yang diberi beban agar tidak terbawa angin.
Baca Juga:Diterjang Angin Kencang, Stadion Pakansari Porak-poranda : Satu Orang LukaHujan Deras Rendam Dua Desa Dekat Kediaman Presiden
Petugas juga memasang water barrier dan traffic cone untuk membatasi area berbahaya. Satu unit alat berat jenis beko tampak disiagakan di sekitar titik amblas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menegaskan bahwa ruas jalan tersebut berstatus jalan nasional sehingga menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 5.2 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah V Provinsi Jawa Barat.
Meski demikian, Pemerintah Kota Bogor tidak tinggal diam. Juniarti menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan PPK 5.2 dan Kasatker PJN 5 Jawa Barat guna mempercepat penanganan.
“Secara teknis saat ini sedang didiskusikan dan dipetakan di internal PPK 5.2 dan satker untuk keseluruhan perbaikannya,” ujar Juniarti saat dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026).
DPUPR Kota Bogor juga turun langsung meninjau lokasi amblas yang berada di dekat pusat perbelanjaan Lotte Mart, Tanah Sareal.
Dari hasil pengecekan, ditemukan saluran air yang tertutup di bawah badan jalan sehingga diduga menjadi salah satu penyebab amblesnya ruas tersebut.
Baca Juga:Ketua Komisi I DPRD Ikut Bantu Salurkan Bantuan CSR Perbaikan MCK Sekolah di Babakan MadangBupati Bogor Rudy Susmanto Dianugerahi Brevet Kehormatan Paspampres
“Rencananya dari kementerian akan melakukan pembongkaran, karena hasil pengecekan ada saluran yang tertutup sehingga diperlukan penanganan ulang untuk saluran air,” jelasnya.
Menurut Juniarti, pembongkaran perlu dilakukan tidak hanya karena kondisi jalan membahayakan pengguna, tetapi juga untuk memastikan sistem drainase berfungsi optimal agar kejadian serupa tidak terulang. Namun, pihaknya belum dapat memastikan jadwal pasti dimulainya perbaikan.
Kendati demikian, pemerintah menargetkan proses perbaikan bisa segera dimulai agar kondisi jalan kembali normal sebelum Hari Raya Idul Fitri, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses utama di Kota Bogor.
