Satpol PP Kabupaten Bogor Izinkan Warteg Buka Saat Ramadan : Tutup Pakai Kain 

Satpol PP Kabupaten Bogor Izinkan Warteg Buka Saat Ramadan : Tutup Pakai Kain
Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid. Foto : Regi /bogorekspres.com
0 Komentar

bogorekspres.com, KAB BOGOR– Satpol PP Kabupaten Bogor meminta para pelaku usaha makanan menutup tempat usahanya dengan lebih rapi selama bulan Ramadan.

Penutupan yang dimaksud bukan menghentikan operasional, melainkan menutup area atau etalase makanan menggunakan kain sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Kepala Satpol PP, Cecep Imam Nagarasid, saat ditemui pada Rabu (18/2/2026).

Baca Juga:Dukung Program Indonesia ASRI, Polres Bogor Bersihkan 36 Masjid Jelang Ramadan Diduga Sebabkan Banjir, Pemkab Bogor Setop Sementara Proyek Spring Valley 

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan menciptakan suasana toleransi antarumat beragama di wilayah Kabupaten Bogor.

“Menutup lebih rapi itu bukan berarti ditutup secara total. Maksudnya, tempat makanan ditutup menggunakan kain supaya lebih menghargai yang sedang berpuasa,” ujarnya.

Ia menegaskan, imbauan ini tidak hanya menyasar warung tegal (warteg), tetapi juga restoran dan gerai makanan yang berada di pusat perbelanjaan.

Menurutnya, pengelola mal juga perlu menerapkan hal serupa demi menjaga keseimbangan antara penghormatan kepada yang berpuasa dan hak masyarakat yang tidak menjalankan puasa.

“Dan di mal pun, karena tidak semua melaksanakan ibadah puasa, ada juga yang tidak puasa, kita saling menghargai. Ditutup yang rapi,” katanya.

Cecep menambahkan, pihaknya akan bertindak persuasif jika menerima laporan terkait tempat makan yang belum menerapkan imbauan tersebut.

“Kemudian ketika ada warteg yang memang ada laporannya, kami akan imbau supaya lebih rapi lagi. Saling menghargai itu yang utama,” lanjutnya.

Baca Juga:Ribuan Warga Bogor Ikuti Kolaborun: Lari Inklusif untuk Semua Lapisan MasyarakatKabupaten Bogor Prioritaskan Penanganan Sampah dengan Gerakan ASRI

Satpol PP berharap langkah ini dapat memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama selama Ramadan.

Pemerintah daerah, kata Cecep, ingin memastikan suasana tetap kondusif tanpa mengesampingkan hak masyarakat yang tidak berpuasa.

“Judul esensinya saling menghargai toleransi agama. Karena kita menghargai juga yang tidak puasa. Ditutup rapi,” pungkasnya.

0 Komentar