Puncak Musim Hujan Datang, BMKG Catat Hujan Guyur Bogor dari Pagi hingga Dini Hari

Puncak Musim Hujan Datang, BMKG Catat Hujan Guyur Bogor dari Pagi hingga Dini Hari
Ilustrasi Hujan. Foto : freepik
0 Komentar

bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kota Bogor sejak pagi hingga dini hari dalam beberapa hari terakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan, kondisi ini dipicu kombinasi puncak musim hujan dan penguatan fenomena atmosfer Madden–Julian Oscillation (MJO) yang tengah aktif di wilayah Samudra Hindia.

Forecaster on Duty Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Leni Jantika, mengatakan peningkatan hujan paling terasa terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026. Saat itu, hujan turun cukup lama dan hampir merata di sebagian besar wilayah Kota Bogor.

Baca Juga:Warga Bogor Puas dengan Kinerja Setahun Rudy Susmanto–Ade RuhandiSetahun Kepemimpinan Bupati Bogor, Akses Desa hingga Pelosok Kian Terhubung

“Bahkan pada tanggal 19 Februari kemarin hari Kamis, terjadi hujan dengan peningkatan paling terasa, intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung cukup lama, mulai pagi hingga dini hari, dan hampir merata di sebagian besar wilayah Kota Bogor,” ujar Leni saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026).

Secara klimatologis, wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bogor, saat ini masih berada pada puncak musim hujan. Kondisi tersebut membuat pasokan uap air di atmosfer melimpah sehingga memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

Tak hanya itu, aktivitas MJO yang berada di Fase 3 atau wilayah Samudra Hindia turut memperkuat pembentukan awan hujan di Indonesia bagian barat.

“Secara musiman, Jawa Barat termasuk Kota Bogor saat ini masih berada pada puncak musim hujan. Selain itu, aktivitas MJO yang berada di Fase 3 atau wilayah Samudra Hindia turut mendukung pembentukan awan hujan hingga terjadinya hujan di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan BMKG, kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 milibar berada di kisaran 60 hingga 98 persen.

Tingginya kelembapan tersebut, ditambah kondisi atmosfer yang relatif labil dari kategori ringan hingga kuat, mendorong pertumbuhan awan konvektif skala lokal yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas bervariasi.

“Dari hasil pemantauan, kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 mb berada di kisaran 60 sampai 98 persen. Kondisi atmosfer juga relatif labil dari kategori ringan hingga kuat, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif skala lokal,” paparnya.

Baca Juga:Dukung Program Indonesia ASRI, Polres Bogor Bersihkan 36 Masjid Jelang Ramadan Diduga Sebabkan Banjir, Pemkab Bogor Setop Sementara Proyek Spring Valley 

Untuk tiga hari ke depan, BMKG memprakirakan Kota Bogor masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada siang hingga malam hari.

0 Komentar