bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor mulai memetakan sejumlah titik rawan kepadatan pedagang kaki lima (PKL) menjelang Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas pedagang tetap tertib tanpa mengganggu ketertiban umum maupun arus lalu lintas selama bulan puasa.
Kepala Seksi Operasi Satpol PP Kota Bogor, Surya Dharma, menegaskan jajarannya tetap melakukan penjagaan di lapangan meski anggota menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga:Dukung Program Indonesia ASRI, Polres Bogor Bersihkan 36 Masjid Jelang Ramadan Diduga Sebabkan Banjir, Pemkab Bogor Setop Sementara Proyek Spring ValleyÂ
Ia menyebut jadwal pengamanan tengah disusun dengan mempertimbangkan titik-titik keramaian yang berpotensi dipadati PKL, khususnya menjelang waktu berbuka.
“Pastinya ada penjagaan untuk PKL di lapangan. Untuk jadwal terkait bulan puasa sedang kami konsepkan, bagaimana agar titik-titik rawan tetap terjaga dan anggota juga bisa melaksanakan ibadah puasa dengan lancar,” ujar Surya Dharma, Kamis (19/2/2026).
Sejumlah kawasan menjadi perhatian utama, seperti Jalan MA Salmun, Jalan Mayor Oking, hingga Alun-alun Kota Bogor.
Ketiga lokasi tersebut setiap Ramadhan kerap dipenuhi pedagang, terutama penjual takjil yang memanfaatkan tingginya mobilitas warga saat sore hari.
Selain itu, kawasan sekitar Stasiun Bogor juga diprediksi mengalami lonjakan aktivitas ekonomi dadakan. Kondisi ini dinilai perlu pengawasan ekstra agar tidak memicu kemacetan maupun gangguan ketertiban.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menegaskan pentingnya langkah antisipatif untuk menjaga kondusivitas kota selama bulan suci.
Pemerintah Kota Bogor, kata dia, ingin memastikan para pedagang tetap bisa berjualan tanpa mengabaikan aturan.
Baca Juga:Ribuan Warga Bogor Ikuti Kolaborun: Lari Inklusif untuk Semua Lapisan MasyarakatKabupaten Bogor Prioritaskan Penanganan Sampah dengan Gerakan ASRI
“Peningkatan volume masyarakat, para pedagang, itu harus kita perhatikan dan kita antisipasi. Apalagi ada penjual takjil yang mungkin akan berjualan di badan jalan, itu juga harus dikoordinasikan oleh pihak terkait agar keamanan dan ketertiban Kota Bogor tetap terjaga selama bulan Ramadan ini,” ucapnya
