Warga Bogor Bicara Blak-blakan Soal Setahun Dedie–Jenal Memimpin

Warga Bogor Bicara Blak-blakan Soal Setahun Dedie–Jenal Memimpin
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim (kedua dari kanan) dan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin (kedua dari kiri). Foto: Pemerintah Kota Bogor
0 Komentar

bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Setahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin menuai beragam tanggapan dari warga.

Mereka menyoroti kebijakan Mulai penghapusan angkutan kota (angkot) berusia di atas 20 tahun, penertiban pedagang kaki lima (PKL), hingga penataan jalur pedestrian menjadi sorotan utama.

Sejumlah warga menilai berbagai kebijakan yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah berada di jalur yang tepat.

Baca Juga:Warga Bogor Puas dengan Kinerja Setahun Rudy Susmanto–Ade RuhandiSetahun Kepemimpinan Bupati Bogor, Akses Desa hingga Pelosok Kian Terhubung

Namun, mereka meminta agar pelaksanaannya dikaji lebih matang dan melibatkan kepentingan masyarakat kecil.

Wildan (22), warga Kecamatan Bogor Tengah, menilai kebijakan penghapusan angkot tua sebagai langkah positif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengabaikan nasib para sopir angkot.

“Kebijakan yang angkot itu sebenarnya sudah bagus. Lalu lintas jadi lebih bersih tanpa adanya angkot tua,” ujar Wildan, Jumat (20/2).

Namun, ia menekankan perlunya solusi komprehensif bagi para pengemudi yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

“Lebih bijak lagi saja, karena banyak yang bergantung di situ kehidupannya,” sambungnya.

Wildan juga menyoroti pentingnya pembenahan transportasi umum seperti program Bus Kita agar benar-benar mampu menjadi alternatif yang efektif bagi masyarakat.

Baca Juga:Dukung Program Indonesia ASRI, Polres Bogor Bersihkan 36 Masjid Jelang Ramadan Diduga Sebabkan Banjir, Pemkab Bogor Setop Sementara Proyek Spring Valley 

Selain sebagai alat transportasi harian, angkot juga kerap digunakan warga untuk mengangkut barang belanja dalam jumlah besar hingga perjalanan rombongan ke tempat wisata atau pengajian.

Senada, Tia (38) mengapresiasi langkah Pemkot dalam menertibkan PKL di sejumlah titik, seperti kawasan Jalan Pedati, Pasar Gembrong, Pasar Jambu Dua, Jalan Mayor Oking, dan MA Salmun. Menurutnya, penertiban tersebut menjadi awal yang baik untuk menata wajah kota.

“Pemerintah punya program, tapi masyarakat juga harus berpartisipasi. Kalau tidak dijalankan, itu enggak balance. Sedangkan warganya ingin kebijakan-kebijakan yang enak,” kata Tia.

Sementara itu, Sutera (23) meminta Pemkot lebih memberi perhatian pada jalur pedestrian yang masih ditempati PKL.

Ia berharap ruang pejalan kaki bisa berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak mengganggu mobilitas warga.

“Harapannya semoga Kota Bogor lebih baik lagi ke depannya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Lalu lintas juga jangan macet terus,” ujarnya.

0 Komentar