IPM Naik di Era Dedie-Jenal, Apakah Dampaknya Terasa hingga Akar Rumput?

IPM Naik di Era Dedie-Jenal, Apakah Dampaknya Terasa hingga Akar Rumput?
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat memberikan keterangannya. Foto: Sekar Andini /bogorekspres.com
0 Komentar

bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Memasuki tahun pertama kepemimpinannya, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengklaim sejumlah indikator pembangunan di Kota Bogor menunjukkan tren positif.

Mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan inflasi, hingga berkurangnya angka kemiskinan dan pengangguran.

Didampingi Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, Dedie menegaskan capaian tersebut menjadi fondasi untuk mempercepat pembangunan di tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga:Mahasiswa Bogor Desak Bea Cukai Bongkar Aktor Intelektual Kasus PT Golden Agin NusaWarga Bogor Puas dengan Kinerja Setahun Rudy Susmanto–Ade Ruhandi

“Dari berbagai indikator, mulai dari indeks pembangunan manusia, tingkat inflasi, kemudian juga penurunan kemiskinan, tingkat pengangguran, dan lain sebagainya menunjukkan ada progres ke arah positif,” ujar Dedie, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan IPM berjalan seiring dengan meningkatnya rata-rata lama sekolah masyarakat.

Pemerintah kota, kata dia, akan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat program pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan secara terintegrasi.

Tak hanya fokus pada capaian makro, Dedie juga mengingatkan jajarannya agar mewaspadai dinamika geopolitik global yang dapat berdampak pada ketahanan pangan. Ia mendorong penguatan produksi lokal untuk mengurangi ketergantungan impor.

Menurutnya, pembukaan lapangan kerja baru juga menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota Bogor akan mempercepat proses perizinan bagi pelaku usaha serta memberi perhatian pada penyerapan tenaga kerja lokal.

“Peningkatan lowongan pekerjaan harus diikuti dengan kemudahan perizinan. Jadi memang saling berkaitan satu sama lain,” tegasnya.

Di sektor transportasi, layanan BisKita Trans Pakuan kembali beroperasi dan ditargetkan berjalan tanpa jeda hingga 2027.

Baca Juga:Setahun Kepemimpinan Bupati Bogor, Akses Desa hingga Pelosok Kian TerhubungDukung Program Indonesia ASRI, Polres Bogor Bersihkan 36 Masjid Jelang Ramadan 

Pemkot juga menyiapkan sistem transportasi terpadu seiring rencana pengembangan LRT menuju Bogor hingga kereta listrik trem.

Pada bidang lingkungan, Pemkot Bogor melanjutkan proyek Waste to Energy (WTE) yang telah mendapat persetujuan pemerintah pusat.

Selain itu, pemerintah kota bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor membangun Pembangkit Sampah Melalui Energi Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Galuga.

Untuk sektor kesehatan, Pemkot menghadirkan layanan Public Safety Center (PSC) guna mempercepat akses layanan darurat dan rujukan rumah sakit.

Dengan sistem ini, pasien tidak lagi menumpuk di RSUD karena akan didistribusikan ke rumah sakit yang memiliki ketersediaan kamar dan tenaga medis.

0 Komentar