bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Kota Bogor segera menjadi tuan rumah genebank nasional, fasilitas penyimpanan sampel DNA dan penelitian genomik manusia.
Pembangunan yang berada di kawasan RS Marzoeki Mahdi ini dimulai pada tahun 2026 dan ditargetkan rampung awal 2027, sebagai bagian dari program strategis nasional Kementerian Kesehatan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan bahwa genebank menjadi salah satu pilar pengembangan kawasan kesehatan di kompleks RS Marzoeki Mahdi, yang juga akan dilengkapi rumah sakit pendidikan milik Institut Pertanian Bogor.
Baca Juga:Tambang Ilegal Parung Panjang Dilaporkan ke Kejari Bogor, Kerugian Negara Ditaksir Rp49,4 MiliarMahasiswa Bogor Desak Bea Cukai Bongkar Aktor Intelektual Kasus PT Golden Agin Nusa
“Di samping pembangunan genebank pada 2026 dan selesai awal 2027, tahun depan akan dilanjutkan dengan pembangunan rumah sakit pendidikan IPB. Jadi kawasan ini ke depan menjadi pusat kesehatan jiwa nasional sekaligus rumah sakit pendidikan,” ujarnya, Senin (23/2).
Dedie menambahkan, Pemerintah Kota Bogor mendukung penuh seluruh proyek ini dan berencana menata pedestrian serta taman di sepanjang Jalan dr. Semeru hingga kawasan RSUD Kota Bogor, untuk mempercantik kawasan sekitar genebank.
Sementara itu, Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi, Nova Riyanti Yusuf, menyebut pembangunan genebank sudah menjadi rencana besar sejak 2024 sebagai bagian dari transformasi kesehatan nasional.
RS Marzoeki Mahdi dipilih sebagai lokasi karena akan menjadi pusat riset dan layanan berbasis genomik, khususnya untuk mendukung penelitian kesehatan jiwa.
“RS Marzoeki Mahdi menjadi lokasi pembangunan genebank. Rumah sakit kami juga akan berperan sebagai hub penelitian yang berkaitan dengan genomik, terutama untuk kesehatan jiwa selain penyakit prioritas lainnya. Di situlah irisan peran RS Marzoeki Mahdi dalam pengembangan genebank ini,” jelasnya.
Kemudian, Kepala Balai Besar Biomedika Kementerian Kesehatan, Indri Rooslamiati menyebut genebank akan berdiri di lahan 25 hektare dengan gedung tujuh lantai.
Ia menekankan pentingnya genebank karena representasi data genetik masyarakat Indonesia di studi global masih kurang dari satu persen.
Baca Juga:Warga Bogor Puas dengan Kinerja Setahun Rudy Susmanto–Ade RuhandiSetahun Kepemimpinan Bupati Bogor, Akses Desa hingga Pelosok Kian Terhubung
“Dengan adanya peta genetik masyarakat Indonesia, diharapkan dapat mendukung pengembangan pengobatan presisi sehingga pasien memperoleh terapi yang lebih tepat, mengurangi efek samping, dan menekan biaya pengobatan,” katanya.
