bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Semangat toleransi dan kebersamaan akan terasa kuat di kawasan Jalan Suryakencana, Kota Bogor, saat Pesta Rakyat Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026 digelar pada 1–3 Maret 2026.
Tahun ini, perayaan budaya tersebut tampil istimewa karena berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan dan mengusung tema Harmony in Diversity.
Festival yang telah masuk dalam daftar 115 event wisata nasional 2026 itu menghadirkan perpaduan nuansa budaya dan spiritual dalam satu panggung kebersamaan.
Baca Juga:Bupati Bogor Pastikan Jalan Parung–Kemang Aman untuk PemudikTambang Ilegal Parung Panjang Dilaporkan ke Kejari Bogor, Kerugian Negara Ditaksir Rp49,4 Miliar
Ketua Bogor Street Festival Cap Go Meh, Arifin Himawan, menegaskan bahwa momentum ini menjadi simbol harmoni antarbudaya dan kehidupan beragama di Kota Bogor.
“Cap Go Meh bicara soal kebudayaan, Ramadan bicara soal spiritual. Jadi kita mengangkat Harmony in Diversity artinya harmoni di dalam kebersamaan,” ujar Arifin saat ditemui di Bogor Timur, Selasa (24/2/2026) malam.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Minggu (1/3/2026) dengan pembukaan Pasar Jadul dan bazar UMKM yang berlangsung hingga 3 Maret 2026.
Panitia menggelar kegiatan ini setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB di sepanjang Jalan Suryakencana, dengan menghadirkan ratusan pelaku UMKM.
Tak hanya menghadirkan kemeriahan ekonomi rakyat, panitia juga menggelar kegiatan sosial berupa buka puasa bersama sekitar 400 anak yatim di Vihara Dhanagun, Suryakencana, pada hari pertama. Kegiatan ini telah rutin dilaksanakan dan tahun ini memasuki tahun ke-11.
“Pada tanggal 1 kita akan ada buka puasa dengan anak yatim sekitar 400 anak, dan ini sudah masuk tahun ke-11. Selanjutnya ada pasar jadul dan bazar UMKM yang bisa jadi tempat pilihan untuk membeli takjil juga,” kata Arifin.
Puncak acara akan berlangsung pada Selasa (3/3/2026) setelah salat tarawih, mulai pukul 20.30 hingga 23.00 WIB, dalam bentuk pawai seni dan budaya street festival. Parade akan melintasi rute Jalan Suryakencana, Gang Aut, Jalan Gudang, hingga Gang Besi.
Baca Juga:Mahasiswa Bogor Desak Bea Cukai Bongkar Aktor Intelektual Kasus PT Golden Agin NusaWarga Bogor Puas dengan Kinerja Setahun Rudy Susmanto–Ade Ruhandi
Dalam pawai tersebut, panitia menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya seperti liong, barongsai, serta marawis sebagai simbol akulturasi Cap Go Meh dan Ramadan.
Namun, jumlah peserta tahun ini lebih terbatas dibanding tahun-tahun sebelumnya karena penyesuaian waktu selama Ramadan.
