Kabupaten Bogor Siap Ubah Sampah Jadi Listrik, Proyek Waste to Energy di TPA Galuga Dimulai 2026 

Kabupaten Bogor Siap Ubah Sampah Jadi Listrik, Proyek Waste to Energy di TPA Galuga Dimulai 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto saat membahas Proyek Waste to Energy di TPA Galuga. Foto : Diskominfo
0 Komentar

bogorekspres.com, KAB BOGOR– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan langkah besar untuk mengatasi persoalan sampah melalui pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy di TPA Galuga.

Proyek ini ditargetkan mulai dibangun pada 2026 dan beroperasi paling lambat pada 2028.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen tersebut saat memimpin rapat bersama perangkat daerah pada Kamis (12/3/2026) malam.

Baca Juga:Jaga Ketertiban, Polres Bogor Larang Warga Konvoi Saat Malam TakbiranStadion Pakansari Jadi Lokasi Shalat Idul Fitri 1447 H, Bupati Bogor Ajak Warga Ramaikan 

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan sebelumnya dengan Pemerintah Kota Bogor dan perwakilan Danantara terkait penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu di wilayah Bogor Raya.

Menurut Rudy, proyek ini menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di kawasan Bogor Raya.

“Melalui teknologi waste to energy, sampah tidak lagi hanya menjadi beban lingkungan, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.

Dalam rapat tersebut, Pemkab Bogor juga menerima informasi terbaru mengenai perkembangan proyek tersebut.

Proses tender internasional untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah di TPA Galuga telah selesai dan pemenangnya sudah ditetapkan.

Dari total 24 perusahaan yang mengikuti tender, sebanyak 21 perusahaan berasal dari China, dua dari Jepang, dan satu dari Eropa. Proyek tersebut akhirnya dimenangkan oleh salah satu perusahaan dari China.

Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pembangunan fasilitas ini akan dimulai dengan tahap groundbreaking pada 2026.

Baca Juga:Polres Bogor Siagakan 5.000 Personel dan 14 Posko untuk Amankan Arus Mudik dan Libur Lebaran 2026Jelang Idul Fitri 1447 H, Pesanan Parcel Lebaran di Bogor Meningkat 

Proyek tersebut diperkirakan selesai paling cepat pada Desember 2027 dan mulai beroperasi paling lambat pada 2028.

Selain mengolah sampah harian, teknologi ini juga ditargetkan mampu memproses timbunan sampah lama yang berada di TPA Galuga secara bertahap.

Dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan, sampah yang menumpuk di lokasi tersebut diharapkan dapat diubah menjadi energi listrik.

Rudy menambahkan, keberadaan fasilitas ini juga diharapkan mampu mendorong transformasi kawasan sekitar Galuga, termasuk wilayah Cigombong, menjadi pusat pengolahan sampah modern yang ramah lingkungan.

“Kami ingin kawasan Galuga tidak lagi identik dengan persoalan sampah, tetapi menjadi pusat pengolahan sampah modern yang memberi manfaat ekonomi dan lingkungan,” katanya.

0 Komentar