Titiek Soeharto Minta Inovasi Perikanan Hasil Riset Langsung Dimanfaatkan Pembudidaya

Titiek Soeharto Minta Inovasi Perikanan Hasil Riset Langsung Dimanfaatkan Pembudidaya
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto bersama anggota komisi lainnya saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar di Kota Bogor, Selasa (31/3/2026). Foto: Sekar Andini / bogorekspres.com
0 Komentar

bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong pemanfaatan inovasi perikanan hasil riset agar bisa langsung dimanfaatkan pembudidaya.

Dorongan ini disampaikan saat kunjungan kerja spesifik ke Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, di Kota Bogor, Selasa (31/3/2026).

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menyoroti alat pengasapan ikan sebagai salah satu inovasi yang memiliki dampak nyata bagi pembudidaya.

Baca Juga:Mulai 5 April, CFD Tegar Beriman Tak Sekadar Olahraga, Ini Fasilitas yang DisiapkanBupati Bogor Serahkan Laporan Anggaran 2025 ke BPK Jabar, Tegaskan Komitmen Transparansi

Alat ini memungkinkan ikan diawetkan tanpa perlu fasilitas penyimpanan dingin, sehingga bisa langsung dipasarkan.

“Alat ini sangat bermanfaat bagi pembudidaya yang tidak memiliki freezer karena ikan tetap bisa diawetkan dan dipasarkan. Kami meminta agar alat yang murah namun bermanfaat ini diperbanyak untuk diberikan sebagai bantuan kepada para pembudidaya ikan,” katanya.

Selain itu, Komisi IV juga menyoroti inovasi pakan ikan berbasis sistem bioflok, yang memanfaatkan mikroorganisme sebagai pakan alami sekaligus menjaga kualitas air.

Menurut Titiek, pakan bioflok dapat mempersingkat masa panen sekaligus menekan biaya produksi.

“Ada juga pakan ikan bioflok yang bisa mempersingkat masa panen dengan harga yang lebih murah. Ini tentu sangat membantu pembudidaya,” tambahnya.

Kunjungan ini juga menyinggung masalah minimnya jumlah tenaga penyuluh perikanan di Indonesia.

Saat ini, jumlah penyuluh masih kurang dari 4.000 orang, jauh dari kebutuhan ideal sekitar 12.000 orang.

Baca Juga:Pemkab Bogor Tuntaskan 100 Persen LHKPN, Seluruh Pejabat Laporkan Tepat WaktuPasca Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasar Cibinong Stabil 

Titiek menegaskan, peran penyuluh sangat krusial dalam mendampingi pembudidaya dan nelayan, khususnya dalam penerapan teknologi dan peningkatan kapasitas usaha.

“Penyuluh ini sangat dibutuhkan. Komisi IV akan mendorong kementerian untuk meningkatkan jumlah penyuluh ini karena mereka sangat dibutuhkan oleh para pembudidaya dan nelayan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

0 Komentar