bogorekspres.com, KAB BOGOR– Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor mengungkap bahwa sebagian besar anak jalanan (anjal) yang terjaring di wilayahnya ternyata berasal dari luar daerah.
Kondisi ini membuat penanganan mereka membutuhkan pendekatan yang berbeda, terutama dalam proses pemulangan ke keluarga.
Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Farid Maruf, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan dua tahapan utama dalam menangani anak jalanan, yakni penertiban di lapangan dan asesmen lanjutan.
Baca Juga:Polsek Klapanunggal Tangkap Pengedar Obat Keras Ilegal, 1.880 Butir Tramadol dan Trihex DisitaBupati Bogor Bentuk Satgas Gabungan, Siap Sikat Pungli Parkir dan Wisata
“Kita koordinasi dengan Satpol PP supaya itu ditertibkan, dibawa ke mako Pol PP atau ke lokasi kami (Dinsos),” ujar Farid, Rabu (8/4/2026).
Setelah diamankan, petugas langsung melakukan penelusuran untuk mengetahui identitas dan asal-usul anak jalanan tersebut. Proses ini menjadi kunci untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Kita lakukan penelusuran dulu, jadi setiap yang terjaring itu kita trek melalui beberapa metode. Begitu ketahuan keluarganya ada di mana, baru kita komunikasikan dengan keluarganya untuk bisa dipulangkan,” jelasnya.
Namun, Farid mengakui tidak semua anak jalanan memiliki keluarga yang dapat dihubungi. Untuk kondisi tersebut, Dinsos telah menyiapkan solusi alternatif berupa tempat penampungan sementara.
Ia juga menyebut jumlah anak jalanan di Kabupaten Bogor bersifat fluktuatif sehingga sulit dipastikan secara pasti setiap waktu.
Dalam penanganannya, Dinsos Kabupaten Bogor membedakan pendekatan berdasarkan asal anak.
Bagi anak jalanan yang berasal dari Kabupaten Bogor, pembinaan menjadi fokus utama agar mereka dapat mandiri.
“Kalau untuk yang berasal dari Bogor itu kita punya banyak mitra untuk menitip mereka dibina, diberikan pembekalan supaya bisa menuju mandiri,” tuturnya.
Baca Juga:Empat Pelaku Perampokan Berkedok Investasi Bodong di Bogor Ditangkap PolisiLewat PSEL TPA Galuga, Bupati Bogor Targetkan Sampah Selesai Dalam 10 Tahun
Sementara itu, bagi anak jalanan yang berasal dari luar daerah, Dinsos lebih mengutamakan proses pemulangan ke keluarga sebagai solusi utama.
Langkah ini diharapkan dapat menekan jumlah anak jalanan sekaligus memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan lingkungan yang lebih layak. (CR1)
