Elektrifikasi Desa dan Pemulihan Pascabencana, BRI Peduli Perluas Akses Energi Surya bagi Ribuan Keluarga

Elektrifikasi Desa dan Pemulihan Pascabencana, BRI Peduli Perluas Akses Energi Surya bagi Ribuan Keluarga
Foto istimewa
0 Komentar

BOGOR EKSPRES – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli terus memperluas akses energi bersih melalui Program Energi Surya untuk Pedesaan dan Pemulihan Pascabencana.

Inisiatif ini merupakan wujud komitmen BRI dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita, khususnya Asta Cita kedua yang mendorong pemenuhan kebutuhan energi secara berkelanjutan, Asta Cita keenam yang menitikberatkan pada penguatan desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, serta Asta Cita kedepalan yang berfokus pada peningkatan ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim.

Saat ini, BRI Peduli telah memperluas jangkauan program elektrifikasi berbasis energi surya ke sejumlah wilayah, mulai dari kawasan pedesaan di Jawa Barat hingga daerah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh.

Baca Juga:Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 TriliunWujud Nyata BRI Peduli: Hadirkan Penataan Lingkungan dan Jalan Beton yang Layak untuk Kenyamanan Warga Garut

Salah satunya di Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid berkapasitas 17,4 kWp dengan kapasitas penyimpanan energi sebesar 43,2 kWh. Fasilitas ini dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan pelayanan publik di balai desa serta kegiatan peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kehadiran PLTS tersebut membawa manfaat bagi keberlangsungan aktivitas masyarakat, terutama dalam mengurangi dampak gangguan pasokan listrik terhadap pelayanan publik dan kegiatan ekonomi. Melalui pemanfaatan energi surya, gangguan pelayanan akibat pemadaman listrik di balai desa diperkirakan dapat dihindari hingga 75 jam per tahun. Pasokan energi yang lebih stabil juga berpotensi meningkatkan produksi telur BUMDes lebih dari 10%, sehingga turut mendukung produktivitas usaha dan penguatan ekonomi desa.

Bagi masyarakat Desa Bojong, kehadiran PLTS membawa arti lebih dari sekadar tersedianya sumber listrik. Kepala Desa Bojong Apad Sutisna mengungkapkan bahwa perubahan tersebut mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Setelah PLTS hadir, kami benar-benar merasakan perubahan yang sangat nyata. Desa menjadi lebih terang, masyarakat lebih nyaman beraktivitas pada malam hari, anak-anak dapat belajar dengan lebih tenang, dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas usahanya. Kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, lebih aman, dan produktif. Kehadiran PLTS juga memberikan harapan baru bagi kemajuan desa kami,” ungkap Apad.

0 Komentar