bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Pencarian terhadap MD (8), bocah yang dilaporkan hanyut di Sungai Cisadane, sekitar Jembatan Sarijan, Bogor Tengah, Kota Bogor, dihentikan sementara, Selasa (3/2/2026) malam.
Pencarian akan dilanjutkan kembali pada Rabu (4/2/2026) pagi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan penghentian sementara dilakukan sekitar pukul 20.15 WIB lantaran derasnya arus sungai yang dinilai membahayakan keselamatan tim SAR.
“Arus cukup kencang dan deras, tadi juga sudah dilakukan penyelaman, di beberapa titik ditemukan bahwa di bawah itu terdapat patahan atau sedongan, yang mungkin kita juga menduga, mungkin ketika si anak ini hanyut, kurang lebih sekitar 500 meter, mungkin masih belum jauh di sekitar itu,” kata Dimas kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa (3/2/2026) malam.
Baca Juga:Ketua DPRD Dampingi Bupati Bogor Sidak Perizinan Perumahan di SukamakmurSoroti Kapling Liar, Bupati Bogor Tegaskan Tata Ruang Demi Keselamatan Lingkungan
Dimas menjelaskan, BPBD bersama tim SAR gabungan telah mengerahkan berbagai upaya pencarian pada malam ini, mulai dari penggunaan perahu motor, penyelaman, hingga pemasangan jaring di sejumlah titik di sekitar aliran Sungai Cisadane.
Namun, karena pencarian dilakukan pada malam hari dengan kondisi arus yang cukup deras, upaya tersebut memiliki keterbatasan. Saat hendak memasang jaring di sekitar Jembatan Warung Pala, Dimas juga menyebut jaring sempat mental dan terbawa arus deras, sehingga pemasangan tidak dapat dilakukan secara optimal.
Meski pencarian dihentikan sementara, BPBD bersama Tim SAR gabungan memastikan tim tetap bersiaga selama 24 jam di lokasi dengan mendirikan pos pantau. Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Rabu pagi, diawali dengan apel dan briefing pada pukul 07.00 WIB.
“Besok kami akan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, baik perahu, perahu motor, maupun penyelaman, tentunya dengan catatan kondisi cuaca dan arus memungkinkan,” ujarnya.
Terkait kronologis kejadian, Dimas menyebut peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di sekitar Jembatan Sarijan, Kota Bogor, pada Selasa (3/2/2026). Saat itu, korban diketahui tengah bermain air dan berenang bersama tiga hingga empat orang temannya di pinggir Sungai Cisadane.
Namun, karena derasnya arus sungai, korban yang sempat berenang ke tengah diduga tidak kuat melawan arus untuk kembali ke tepian.
