“Sejak pukul 08.00 WIB, antusiasme pengunjung cukup tinggi. Lebih dari 200 orang sudah datang untuk menyaksikan mekarnya bunga bangkai,” kata Zaenal.
Ia menambahkan, pengelola menerapkan pengaturan khusus demi keselamatan pengunjung dan kelestarian tanaman, mengingat lokasi bunga berada di area tebing dengan jalur yang cukup terjal.
“Kami menyiapkan langkah preventif agar pengunjung tetap tertib, tidak berdesakan, serta menjaga keamanan dan ekosistem di sekitar bunga,” jelasnya.
Baca Juga:Danrem 061/Suryakencana Tanam 1.500 Pohon di Halaman Rumah Presiden Kolaborasi PMC dan Pemerintah Kecamatan Bojonggede Hijaukan Jalur Bomang
Zaenal juga menyampaikan bahwa masa mekar bunga bangkai raksasa ini tergolong singkat.
Setelah dilakukan penyerbukan oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Jumat pagi, bunga diperkirakan hanya bertahan sekitar dua hari sebelum layu.
Pengelola KRB pun mengimbau pengunjung untuk mematuhi seluruh aturan selama berada di lokasi, demi kenyamanan bersama dan kelestarian salah satu tanaman langka kebanggaan Indonesia tersebut.
