bogorekspres.com, KAB BOGOR– Sepasang suami istri asal Pakistan ditemukan tewas diduga menjadi korban pembunuhan di Kampung Citeko Lapang RT 03 RW 06, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin (2/3/2026).
Polisi kini memburu pelaku yang diduga merupakan orang dekat korban.
Korban diketahui bernama Mohamad Afzal (56) dan istrinya, Fizza Afzal. Keduanya telah hampir sepuluh tahun menetap di Desa Citeko dan dikenal sebagai pemilik toko di kawasan Pafesta.
Kapolsek Cisarua, AKP Budi Santoso, membenarkan adanya kasus pembunuhan tersebut. Namun, penanganan perkara kini berada di tangan Satreskrim Polres Bogor.
Baca Juga:Kabupaten Bogor Targetkan Pembangunan 700 Dapur SPPGDari Gunungan Sampah ke Energi Listrik, Bupati Bogor Siapkan Transformasi TPA Galuga
“Sekarang sudah ditangani Satreskrim Polres Bogor, nanti akan dirilis resmi oleh Polres,” ujar Budi, Selasa (3/3/2026).
Informasi di lapangan menyebutkan, pelaku diduga merupakan anak buah korban sendiri. Dugaan sementara, motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati.
Pelaku disebut mendatangi korban sekitar pukul 17.00 WIB sebelum akhirnya menghabisi keduanya.
Dadang, warga setempat, mengungkapkan bahwa korban merupakan imigran asal Pakistan yang telah lama tinggal di wilayah tersebut.
“Kedua korban adalah imigran asal Pakistan,” katanya.
Ia menambahkan, pasangan tersebut tinggal di rumah kontrakan tak jauh dari kantor desa dan dikenal tertutup namun aktif menjalankan usaha.
“Korban punya toko di Pafesta dan memiliki anak buah. Mungkin karena sakit hati, pelaku mendatangi korban sekitar pukul 17.00 WIB dan menghabisinya,” terangnya.
Setelah melakukan aksinya, pelaku diduga memasukkan jasad korban ke dalam mobil milik korban dan membawanya ke luar daerah.
“Informasinya dibawa ke Padalarang, Bandung,” ucapnya.
Baca Juga:Polsek Cileungsi Bongkar Sindikat Pencurian Kabel Bawah Tanah PT Telkom Wanita Disabilitas Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Tetangga di Citeureup
Hingga kini, polisi masih mendalami motif serta memburu terduga pelaku. Kasus ini menggegerkan warga Citeko yang selama ini mengenal korban sebagai pasangan yang telah lama bermukim dan berusaha di kawasan tersebut.
