Viral Dugaan Taruhan Balap Lari, KORMI Kabupaten Bogor Pastikan Bukan dari Kegiatan Resmi

Viral Dugaan Taruhan Balap Lari, KORMI Bogor Pastikan Bukan dari Kegiatan Resmi
Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor, Rike Iskandar. Foto : Sandika /bogorekspres.com
0 Komentar

bogorekspres.com , KAB BOGOR– Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor, Rike Iskandar, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan praktik taruhan dalam kegiatan balap lari jalanan yang sempat viral di media sosial.

Pria yang akrab disapa Akew itu menegaskan bahwa praktik taruhan yang ramai diperbincangkan tidak terjadi dalam kegiatan balap lari resmi yang difasilitasi pemerintah daerah bersama kepolisian di kawasan Stadion Pakansari.

“Kami tegaskan bahwa kejadian viral tersebut terjadi di luar area Gelora Pakansari dan bukan bagian dari kegiatan resmi Pemkab Bogor, Polres Bogor, maupun KORMI Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Baca Juga:Bupati Bogor Rudy Susmanto Apresiasi Lomba Masak Pesona Ramadhan, Opor Ayam Jadi Pengingat LebaranWakil Bupati Bogor Buka Lomba Memasak Pesona Ramadhan 2026

Menurutnya, pemerintah daerah bersama Polres Bogor melalui KORMI justru telah menyediakan fasilitas resmi bagi para pemuda yang ingin menyalurkan hobi balap lari.

Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Gelora Pakansari agar berlangsung tertib, aman, dan dapat diawasi secara langsung.

“Balap lari difasilitasi secara resmi di Gelora Pakansari agar kegiatan ini berjalan tertib, aman, dan kondusif. Dengan demikian aktivitas tersebut dapat dipantau secara langsung serta jauh dari praktik negatif seperti taruhan,” jelasnya.

Akew mengakui, potensi taruhan dalam kegiatan balap lari jalanan memang perlu diwaspadai.

Namun, ia menilai praktik tersebut biasanya dilakukan secara tersembunyi oleh segelintir oknum penonton dan tidak mencerminkan nilai sportivitas dalam olahraga.

“Kami menyadari bahwa indikasi adanya taruhan dalam balap lari jalanan adalah fenomena yang perlu diwaspadai. Biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh oknum penonton dan tentu mencoreng nilai sportivitas olahraga,” katanya.

Ia juga menyayangkan jika semangat positif anak-anak muda dalam berolahraga justru ternodai oleh perilaku sebagian kecil pihak yang memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ajang taruhan.

Baca Juga:Kabupaten Bogor Percepat Digitalisasi, Pajak hingga SP2D Kini Serba OnlineBupati Bogor Ajak KNPI Bersatu, Pemuda Diminta Jadi Motor Pembangunan Bogor

Akew mengimbau para pemuda yang menggelar balap lari di luar agenda resmi agar tetap menjaga ketertiban serta mematuhi aturan hukum dan norma masyarakat.

“Masyarakat dan Forkopimda Kabupaten Bogor selama ini memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap fenomena balap lari di bulan Ramadan sebagai alternatif kegiatan positif. Kami meminta seluruh pihak menjaga kepercayaan tersebut dengan tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.

0 Komentar