bogoreskpres.com, KOTA BOGOR– Kebakaran hebat melanda tiga rumah kontrakan di Jalan Babakan Sirna, RT 003/009, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 19.25 WIB.
Peristiwa tersebut menewaskan seorang balita berusia 1,4 tahun serta menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka bakar.
Kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas elpiji 3 kilogram saat salah satu penghuni rumah sedang memasak.
Baca Juga:APTIK Bahas Masa Depan Pendidikan Tinggi Katolik dalam Kongres ke-43 di UNPAR BandungViral Dugaan Taruhan Balap Lari, KORMI Kabupaten Bogor Pastikan Bukan dari Kegiatan Resmi
Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, mengatakan api pertama kali muncul dari rumah kontrakan milik seorang warga bernama Ratna Julainti.
Saat kejadian, Ratna diketahui tengah memasak di dapur sebelum tabung gas diduga bocor dan kemudian meledak.
“Api kemudian merembet hingga ke atap bangunan rumah. Tidak lama setelah itu api menjalar ke bagian rumah sebelahnya hingga akhirnya total tiga rumah kontrakan di kawasan tersebut terbakar,” ujar Waluyo saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Ledakan tersebut membuat api dengan cepat membesar dan menyebar ke bangunan lain di sekitarnya.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan kepada penghuni rumah yang terjebak di dalam bangunan.
Berdasarkan keterangan saksi, Ratna Julainti bersama anaknya, Saut Levin Marpaung, ditemukan warga masih berada di dalam rumah dengan kondisi pakaian mereka sudah terbakar.
Warga kemudian berusaha memadamkan api yang menyambar pakaian kedua korban sebelum mengevakuasi mereka keluar rumah.
Baca Juga:Bupati Bogor Rudy Susmanto Apresiasi Lomba Masak Pesona Ramadhan, Opor Ayam Jadi Pengingat LebaranWakil Bupati Bogor Buka Lomba Memasak Pesona Ramadhan 2026
Selain itu, cucu Ratna yang masih balita, Zaki (1,4), turut menjadi korban dalam kebakaran tersebut.
“Dari kebakaran tersebut total ada tiga korban, yakni dua orang mengalami luka bakar serta satu orang balita meninggal dunia. Seluruh korban langsung dibawa ke Rumah Sakit PMI untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor segera datang ke lokasi setelah menerima laporan warga.
Sebanyak lima unit mobil pemadam dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.
Setelah proses pemadaman selama kurang lebih 20 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet lebih luas ke permukiman warga lainnya.
Akibat kejadian tersebut, tiga rumah kontrakan mengalami kerusakan cukup parah. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
