bogorekspres.com, KAB BOGOR– Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Bogor menegaskan percepatan penanganan sampah harus dimulai dari tingkat desa.
Dengan mengoptimalkan Bantuan Keuangan (Bankeu) Desa dan melibatkan seluruh unsur kewilayahan. Langkah ini sekaligus merespons kondisi TPA Galuga yang kini sudah kelebihan kapasitas.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji mengatakan, Penanganan sampah harus dimulai dari sumbernya.
Baca Juga:Bupati Bogor Terbitkan Surat Edaran, ASN Dilarang Minta THRÂ Pemkab Bogor Siapkan Rp118,3 Miliar untuk THR PNS dan PPPK
Kata dia, Desa memiliki peran penting, mulai dari pembentukan bank sampah, pengolahan sampah organik, hingga edukasi kepada masyarakat.
“Pengawasan TPS liar juga perlu diperkuat oleh kecamatan hingga RT/RW,”tuturnya.
Bambam memimpin rapat koordinasi bersama camat dan kepala desa, baik secara langsung maupun melalui Zoom, untuk memastikan seluruh wilayah siap menata pengelolaan sampah sebelum akhir Maret.
“Setelah sosialisasi dan pembenahan, penegakan aturan terhadap pembuangan sampah liar akan dilakukan lebih tegas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Hadijana mengungkapkan bahwa bantuan keuangan desa tahun ini meningkat dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar, dengan prioritas utama adalah tata kelola sampah.
“Persoalan sampah diharapkan dapat diselesaikan di tingkat desa, sehingga tidak lagi muncul penumpukan sampah liar di permukiman,” ujarnya.
Hingga kini tercatat 404 proposal desa untuk pembangunan infrastruktur dan program pengelolaan sampah skala desa.
Baca Juga:Momentum Malam Nuzulul Quran, Bupati Bogor Salurkan Ribuan Mushaf Al-Qur’an ke MasjidBRI Tanggap Bencana, Kirim Bantuan untuk Warga Terdampak Tanah Bergerak di Sukabumi
Dari jumlah itu, 311 proposal telah disetujui, 90 proposal masih direvisi, dan 3 proposal dalam tahap peninjauan DLH. Proposal yang disetujui akan segera dicairkan setelah diterbitkannya Surat Keputusan Bupati terkait Bankeu Desa.
Kasus konkret terlihat di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua yang sempat menjadi sorotan karena penumpukan sampah liar.
Tim DLH bersama Dinas Pekerjaan Umum menurunkan puluhan kendaraan pengangkut sampah dan alat berat.
Bambam memperkirakan, Proses pembersihan di lokasi ini membutuhkan sekitar 50 kendaraan dan kemungkinan tidak bisa selesai dalam satu hari.
Warga setempat juga berkomitmen menjaga kebersihan. Enam RT di sekitar lokasi sepakat tidak lagi membuang sampah di area tersebut dan akan meningkatkan pengawasan agar tidak ada pembuangan liar, terutama dari luar desa.
