bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah menyiapkan langkah strategis dengan mengoperasikan kembali empat unit bus sekolah yang selama ini jarang digunakan.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga layanan transportasi publik tetap berjalan meski anggaran dipangkas hampir Rp300 miliar.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan bahwa pengoperasian kembali armada bus ini merupakan solusi realistis menghadapi tekanan anggaran akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).
Baca Juga:Mulai 5 April, CFD Tegar Beriman Tak Sekadar Olahraga, Ini Fasilitas yang DisiapkanBupati Bogor Serahkan Laporan Anggaran 2025 ke BPK Jabar, Tegaskan Komitmen Transparansi
“Untuk mengoperasikan bus tentu membutuhkan biaya, termasuk pemeliharaan. Dengan kondisi anggaran yang dipotong hampir Rp300 miliar, harus ada terobosan agar layanan tetap berjalan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Hasil peninjauan menunjukkan seluruh armada bus sekolah milik Pemkot Bogor masih dalam kondisi baik dan layak jalan. Meski begitu, selama beberapa tahun terakhir, pemanfaatannya dinilai belum optimal.
Kini, Pemkot Bogor melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari kepala dinas, Sekretaris Daerah, hingga Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), untuk merumuskan skema operasional paling efektif.
Opsi yang sedang dikaji meliputi pengelolaan langsung oleh Dinas Perhubungan atau bekerja sama dengan pihak ketiga.
“Skema operasional ini penting, apakah dikelola oleh pihak ketiga atau Dinas Perhubungan, tetapi fokusnya tetap membantu masyarakat memanfaatkan transportasi publik,” jelasnya.
Keempat bus sekolah tersebut terakhir beroperasi sekitar 2019 hingga 2020. Meski sempat tidak digunakan, Dinas Perhubungan Kota Bogor tetap melakukan perawatan rutin sehingga kondisinya tetap terjaga.
Selain bus sekolah, Pemkot Bogor juga telah mengoperasikan Bus Uncal (Unforgettable City Tour) sejak awal 2025, yang menjadi layanan wisata keliling kota.
Baca Juga:Pemkab Bogor Tuntaskan 100 Persen LHKPN, Seluruh Pejabat Laporkan Tepat WaktuPasca Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasar Cibinong Stabil
Dedie menegaskan, optimalisasi aset daerah menjadi langkah penting agar fasilitas yang ada tidak terbengkalai dan justru memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kalau kami tidak manfaatkan, tentu malah berisiko rusak, kan sayang. Maka harus dipikirkan agar aset ini tidak merugikan, tetapi bisa dimanfaatkan masyarakat secara luas,” pungkasnya.
