Relokasi PKL Pasar Bogor Bawa Dampak Positif, Pedagang Kini Lebih Tenang Tanpa Pungli

Relokasi PKL Pasar Bogor Bawa Dampak Positif, Pedagang Kini Lebih Tenang Tanpa Pungli
Kondisi Pasar Jambu Dua, Kota Bogor. Foto : Sekar Andini / bogorekspres.com
0 Komentar

bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Relokasi pedagang kaki lima (PKL) eks Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari membawa angin segar.

Para pedagang kini memilih berjualan di tempat resmi demi kenyamanan, keamanan, dan kepastian biaya, setelah bertahun-tahun menghadapi pungutan liar hingga tekanan oknum saat berjualan di pinggir jalan.

Budi (25), pedagang sayur yang sebelumnya berjualan di trotoar Jalan Roda selama lima tahun, mengaku keputusan pindah menjadi pilihan yang lebih menenangkan.

Baca Juga:Bupati Bogor Serahkan Laporan Anggaran 2025 ke BPK Jabar, Tegaskan Komitmen TransparansiPemkab Bogor Tuntaskan 100 Persen LHKPN, Seluruh Pejabat Laporkan Tepat Waktu

Ia menilai, meski berjualan di jalan ramai pembeli, biaya tak terduga justru menggerus penghasilan.

“Kalau di jalan memang pembeli banyak, tapi pengeluaran juga banyak. Ada pungli, belum lagi tekanan dari oknum. Jadi sama saja. Mending di tempat resmi, lebih tenang dan jelas untuk pembayarannya,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Sunendar (41), pedagang rempah yang sebelumnya berjualan di Jalan Bata.

Ia menilai berjualan di lokasi resmi memberi rasa aman karena terlindungi dan tidak lagi harus berhadapan dengan penertiban.

“Saya sih tidak keberatan pindah. Dari kemarin juga pengennya jualan di tempat resmi, biar nyaman dan terorganisir. Capek juga di jalan, sudah diusir-usir, banyak pungli juga,” katanya.

Ia juga mengaku tidak khawatir kehilangan pelanggan. Menurutnya, sebagian pembeli tetap setia dan sudah ia informasikan mengenai lokasi barunya.

“Pelanggan juga sudah dikabarin, dan mereka juga tetap mau belanja ke sini. Mudah-mudahan ke depan makin ramai,” tambahnya.

Baca Juga:Pasca Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasar Cibinong Stabil Puluhan Santri Bogor Dilepas ke Pesantren Gontor, Wakil Bupati Tekankan Warisan Ilmu

Dukungan juga datang dari pengelola pasar. Perumda Pasar Pakuan Jaya memberikan insentif berupa pembebasan biaya kios dan los selama tiga bulan pertama.

Kebijakan ini memberi ruang bagi para pedagang untuk beradaptasi tanpa beban biaya awal.

“Saya kan menempati los di Pasar Jambu Dua sekarang, digratiskan dulu untuk tiga bulan jadi tidak terbebani. Jadi kalaupun bulan keempat bayar, saya pun bisa siap,” jelasnya.

Para pedagang pun optimistis aktivitas jual beli akan kembali ramai seiring semakin lengkapnya jenis dagangan di lokasi baru.

“Yang penting pedagangnya kompak dulu, pindah semua. Kalau sudah lengkap jualannya, pembeli pasti datang,” ujarnya.

0 Komentar