bogorekspres.com, KAB BOGOR– Harga plastik di Pasar Bojonggede, Kabupaten Bogor, mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai 100 persen dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan ini diduga dipicu oleh faktor distribusi bahan baku yang terdampak situasi geopolitik global.
Seorang pedagang plastik di Pasar Bojonggede, Muslim (48), mengungkapkan bahwa lonjakan harga tidak terjadi merata, namun sebagian besar produk plastik mengalami kenaikan antara 30 hingga 70 persen.
Baca Juga:Pria asal Cibinong Tewas Tertempel Kereta di Bojonggede, Polisi Pastikan Bukan Bunuh Diri Bupati Bogor Buka Suara Kasus Jual Beli Jabatan ASN, Tegaskan Tak Segan Lapor Polisi
“Tapi rata-rata semua yang berkaitan dengan plastik naik semua. Di 30 sampai 70 persen lah rata-ratanya. Kalau yang 100 persen itu sebagian saja, terhitung jari,” ujar Muslim, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan, harga plastik yang sebelumnya dijual sekitar Rp5.000 per bungkus kini hampir menyentuh Rp10.000.
Kenaikan ini juga memaksa pedagang menyesuaikan harga jual demi menutup biaya modal yang meningkat.
“Kalau biasa saya jual 5 ribu, sekarang jadi 9 ribu per piece. Satu bungkus segini misalkan. Sebelumnya 5 ribu, sekarang harus 9 ribu,” katanya.
Menurut Muslim, tren kenaikan harga sudah mulai terasa sejak menjelang bulan Ramadan. Awalnya terjadi secara bertahap, namun semakin meningkat hingga setelah Lebaran.
“Menjelang puasa itu sudah mulai naik, tapi masih sedikit-sedikit. Maksimalnya setelah Lebaran ini. Sampai sekarang naik terus bertahap,” jelasnya.
Kondisi ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang ikut menurun. Muslim mengaku pembeli kini lebih selektif dan cenderung mengurangi jumlah pembelian.
Baca Juga:Viral di Medsos Pakir Liar Pakansari Rp 50 Ribu, Pemkab Bogor Langsung Bentuk SatgasLibatkan KPK, Pemkab Bogor Perketat Pengawasan Proyek Stategis 2026
Ia menduga, kenaikan harga plastik berkaitan dengan pasokan bahan baku yang terganggu akibat konflik geopolitik internasional, meskipun belum ada kepastian resmi terkait hal tersebut.
“Katanya bahan bakunya ada yang susah. Pengaruh konflik itu benar atau tidak, saya juga kurang tahu. Mungkin dari distributor atau pabriknya,”pungkasnya.
