Pasar Jadul Cap Go Meh Bogor Dongkrak Omzet UMKM hingga 100 Persen

Pasar Jadul Cap Go Meh Bogor Dongkrak Omzet UMKM hingga 100 Persen
Pasar Jadul dan Bazar UMKM yang digelar di kawasan Jalan Suryakencana, Kota Bogor, dalam rangkaian Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026 dipadati oleh para pelaku usaha maupun pembeli, Selasa (3/3/2026). Foto: Sekar Andini /bogorekspres.com
0 Komentar

bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan momentum Bogor Street Festival Cap Go Meh untuk mendongkrak penjualan melalui Pasar Jadul dan Bazar UMKM di kawasan Jalan Surya Kencana, Kota Bogor.

Selama tiga hari pelaksanaan, 1–3 Maret 2026, para pedagang mengaku mengalami lonjakan omzet signifikan, bahkan hingga 100 persen.

Memasuki hari terakhir, Selasa (3/3/2026), suasana pasar semakin padat, terutama menjelang waktu berbuka puasa hingga malam hari.

Baca Juga:Pasutri Asal Pakistan di Puncak Bogor Tewas Dibunuh Kabupaten Bogor Targetkan Pembangunan 700 Dapur SPPG

Pengunjung memadati tenda-tenda tematik yang mengusung konsep Imlek, kopi legendaris, dan Ramadan. Beragam jajanan tradisional, minuman khas, hingga produk kerajinan tangan tersaji dan menarik perhatian warga.

Ilham (26), pedagang dodongkal, merasakan langsung dampak positif kegiatan tersebut. Ia mengaku berhasil menutup penurunan omzet yang biasa terjadi saat Ramadan.

“Biasanya kalau bulan puasa omzet sempat turun karena minat masyarakat ke dodongkal berkurang. Tapi dengan adanya Pasar Jadul ini sangat membantu meningkatkan penjualan. Dalam tiga hari ini, penurunan sebelumnya bisa tertutupi sampai 100 persen,” ujarnya.

Ilham menjelaskan, usaha dodongkal yang ia jalankan merupakan bisnis turun-temurun hingga dua generasi.

Ia menilai kehadiran Pasar Jadul menjadi ruang strategis untuk mempertahankan eksistensi jajanan tradisional di tengah gempuran makanan modern.

Hal serupa juga dirasakan Rafif, penjual aneka jajanan lawas seperti rambut nenek, cokelat jadul, dan es poteng. Ia mencatat kenaikan omzet hampir 50 persen selama tiga hari terakhir.

“Animo masyarakat tinggi sekali terhadap jajanan jadul. Jualan saya meningkat sekali dibanding hari biasa, mungkin karena sekarang sudah jarang ditemui,” kata Rafif.

Baca Juga:Dari Gunungan Sampah ke Energi Listrik, Bupati Bogor Siapkan Transformasi TPA GalugaPolsek Cileungsi Bongkar Sindikat Pencurian Kabel Bawah Tanah PT Telkom 

Menurutnya, bazar tersebut bukan hanya ajang berjualan, tetapi juga sarana edukasi kuliner bagi generasi muda yang mulai asing dengan makanan tradisional.

Tak hanya sektor kuliner, pelaku usaha kerajinan tangan pun meraup manfaat. Lina (39), penjual gelang dan cincin handmade bernuansa klasik, mengaku mengalami peningkatan omzet sekitar 15 persen.

“Selain menambah penjualan, ikut bazar seperti ini juga membantu mengenalkan produk handmade kami yang ada nuansa tradisional jadulnya ini ke lebih banyak orang,” ujarnya.

0 Komentar