bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Hujan deras yang mengguyur Jalan Surya Kencana tak menyulutkan semangat ribuan warga yang memadati Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Selasa (3/3) malam.
Perayaan Cap Go Meh (CGM) 2026 berlangsung meriah dan penuh warna, menghadirkan pawai budaya yang kental dengan pesan toleransi, terlebih karena tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan, Cap Go Meh bukan sekadar pesta budaya, tetapi simbol identitas dan harmoni kota hujan yang telah terjaga selama puluhan tahun.
Baca Juga:Sakit Hati Berujung Maut, Begini Motif Pembunuhan Pasutri WNA PakistanPelaku Pembunuhan Pasutri WNA Pakistan di Puncak DitangkapÂ
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebut perayaan ini telah menjadi tradisi panjang yang mengakar kuat di tengah masyarakat.
“Ini tradisi Kota Bogor yang sudah berlangsung 24 kali. Sebetulnya total 27 kali, tetapi tiga kali tertunda karena bencana dan pandemi COVID-19,” ujarnya.
Ia menekankan, Cap Go Meh menjadi wujud nyata komitmen masyarakat dalam merawat toleransi dan mempererat silaturahmi antarumat beragama.
Kata dia, tahun ini Cap Go Meh terasa semakin istimewa karena digelar bertepatan dengan bulan Ramadan.
Panitia menyesuaikan rangkaian kegiatan dengan nuansa bulan suci. Selain pawai budaya, acara juga diramaikan bazar takjil selama tiga hari, santunan anak yatim, hingga buka puasa bersama.
“Ini menjadi bentuk keberagaman yang unik. Nuansa Ramadannya juga terasa kuat dalam perayaan Cap Go Meh dan masyarakat sangat antusias. Ini mengukuhkan identitas Bogor sebagai kota yang toleran dan saling menghormati antarumat beragama,” katanya.
Tak hanya menguatkan harmoni sosial, Cap Go Meh juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Baca Juga:Pasutri Asal Pakistan di Puncak Bogor Tewas Dibunuh Kabupaten Bogor Targetkan Pembangunan 700 Dapur SPPG
Sepanjang gelaran berlangsung, kawasan Suryakencana dipadati Pasar Jadul dan bazar UMKM yang menghadirkan beragam produk kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan.
Dedie mengungkapkan, sebanyak 120 UMKM terlibat secara gratis dalam perayaan tahun ini. Bahkan, beberapa pelaku usaha mencatat lonjakan pendapatan signifikan.
“Okupansi hotel meningkat, UMKM juga bergeliat. Ada sekitar 120 UMKM yang dilibatkan langsung dan gratis. Bahkan ada yang omzet hariannya saat berjualan dalam perayaan ini mencapai di atas Rp20 juta,” ungkapnya.
Cap Go Meh Kota Bogor kini juga masuk dalam kalender event nasional dan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
