bogorekspres.com, KAB BOGOR – Kapolres Bogor AKB Wikha Ardilestanto mengungkapkan motif kasus pembunuhan yang menimpa pasangan suami istri (Pasutri) WNA Pakistan.
Ia mengatakan, pelaku sakit hati kepada korban karena sering dituduh mencuri dan kerap dimarahi.
Hal itu melatarbelakangi pelaku melakukan aksi keji di rumah kedua pasutri tersebut. Korban dibunuh pada Minggu (1/3) sekitar pukul 19.00 WIB.
Baca Juga:Pelaku Pembunuhan Pasutri WNA Pakistan di Puncak Ditangkap Pasutri Asal Pakistan di Puncak Bogor Tewas DibunuhÂ
“Pelaku juga datang ke rumah tersebut dengan membawa satu buah golok dan juga senapan angin,”ujarnya, Selasa (3/3) malam.
AKB Wikha Ardilestanto menambahkan, Korban adalah MA (56) dan istrinya FA (47) tahun. Merka dibunuh oleh karyawannya sendiri.
MA ditemukan dengan dua sayatan bacokan pada bagian leher. Sedangkan istrinya terdapat luka bacokan pada bagian leher dan kepala.
“Selanjutnya juga terdapat beberapa bekas tembakan dari senapan angin yang ada di kepala salah satu korban,”katanya.
Untuk melabui dan menghilangkan jejak dari pihak kepolisian, pelaku membawa jasad koeban ke daerah Padalarang, Bandung Barat.
“Jadi setelah melakukan pembunuhan si pelaku itu membawa kedua korban dimasukkan ke dalam mobil dibawa ke Padalarang di Kabupaten Bandung Barat dan Jasadnya ditinggal di sana,”jelasnya.
Akibat perbuatanya pelaku diancam dengan pasal 459 kuhp terkait pembunuhan berencana dengan ancaman pidana seumur hidup dan atau 20 tahun.
