bogorekspres.com, KAB BOGOR– Jembatan penghubung di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor ambruk usai diterjang hujan deras.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adan Hamdani, menyebut peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/4/2026) sore.
“Kondisi awal jembatan hanya mengalami retak pada bagian tengan di atas tiang penyangga yang bagian tengah,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (16/4).
Baca Juga:Kemenag Kabupaten Bogor Catat 1.057 Pasangan Gen Z Nikah di KUASekda Ajat Minta ASN Bertansformasi : Era Orang Dekat Berakhir
Namun, kata Adam, kondisi tersebut memburuk dalam waktu singkat jembatan tersebut patah karena tiang penyangga terbawa arus kali Citempuhan.
Menurutnya, ambruknya jembatan ini berdampak langsung terhadap mobilitas warga.
Untuk sementara, warga terpaksa menggunakan jembatan gantung yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Meski begitu, akses darurat ini memiliki keterbatasan. Jembatan gantung hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda.
“Jembatan pengganti tersebut (jembatan gantung) hanya bisa pergunakan pejalan kaki dan kendaraan roda 2 secara bergantian,” terangnya.
Hingga kini, belum ada kepastian terkait penanganan lanjutan maupun pembangunan kembali jembatn yang ambruk tersebut.
Diketahui, Pemerintah Desa Gobang membangun jembatan tersebut melalui program Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa (Bankeu) Tahun 2025, Selasa (9/9) lalu.
Jembatan dengan ukuran panjang 32 meter dan lebar 3 meter diresmikan pada 5 Maret 2026. (CR1)
